Rabu, 26 Desember 2012

Denanta Kitchen

Disclaimer: i'm not that foodie nor anywhere near a food blogger. Tapi aku berusaha yang terbaik dan mulai belajar untuk bertindak-tanduk seperti Sasa yang suka mereview resto/hangout place di Jakarta, wekekeke.

Hari Selasa kemarin kita mengisi libur Natal dengan bersilaturrahmi ke rumah saudara. Memang sudah rencana sih karena sepupuku ultah dan sebelumnya ngundang tapi kita nggak bisa datang. Akhirnya dipilih lah tanggal merah kemarin untuk sowan ke sepupuku itu. Alhamdulillah pas kita ke sana, semua keluarga sedang lengkap kap kap.. Kinan juga cheerful banget pas diajakin walaupun lagi pilek.

Nah, yang spesial dari kunjungan itu adalah si mas sepupuku ini punya resto di bilangan Polim, Denanta Kitchen. Mengemban spesialisasi iga dan grill, restoran ini suasananya menurutku kaya country style kitchen yang dindingnya gak di plester, jadi bata-batanya keliatan gitu.



Sebenernya aku pengen pesen iga atau grill nya Denanta yang mereka unggulkan, tapi karena bawa Kinan jadi pesennya yang sekalian bisa dimakan berdua aja. Minum aku sama Ari pesen yang standar, air putih sama orange juice. Appetizer aku pesen  Mushroom Cream Soup (35IDR), dihidangkan dengan cipratan (apa ya bahasa Indonesianya drizzle?) cream sama EVOO. Itung-itung Kinan bisa makan sekalian gigit-gigit garlic breadnya. Pas datang aku celupin itu roti ke soupnya trus dikasi ke Kinan, eh, dia bilang "enyak enyak.." sampe angguk-angguk trus diketawain om waitress-nya. Akhirnya dia gerogotin itu roti sampai akhirnya kita minta 1 garlic bread lagi. Kalo buatku, I have weak spot for mushroom, jadi aku sukaak.

Mushroom Cream Soup
Main-nya aku akhirnya pesen Salmon Teriyaki (89IDR) supaya bisa dimakan berdua sama Kinan dan Ari pesen Lamb Chop (110IDR) atas saran budhe. Salmon teriyakinya lengkap dengan nasi dan side dish sauted mushroom sama salad-nya. Perpaduan manis gurihnya saus teriyaki sama segernya salad oke banget, portion wise cukup mengenyangkan buat aku. Sayang Kinan ngelepeh salmonnya pas disuapin.

Salmon Teriyaki
Lamb chopnya dihidangkan dengan side dish french fries dan sayur. Saus ijonya itu enak asem-asem seger gitu, kayanya ada lemonnya. Dagingnya sendiri lumayan empuk dan berbumbu.

Lamb Chop
Untuk dessert aku pesen Apple Crumble (29IDR) dan sepupuku yang satu lagi pesen Carrot Cake (29IDR) yang sayangnya gak sempet difoto. Awalnya aku berharap apple crumble-nya bakalan kaya di resep-resep gitu yang pake taburan oats diatasnya, pas datang ternyata bentuknya lebih ke apple pie ya dengan pie shell di bawahnya dan crumble-nya juga ternyata dari pie shellnya. Disajikan dengan es krim vanilla dan astor. Kemanisan rasanya menurutku. Kalo carrot cakenya, rasanya enak dan cukup moist tapi pengennya pake cream cheese frosting, hehehe...

Apple Crumble
Trus di detik-detik terakhir, budhe mesenin kita martabak denanta (gak tau harganya karena nyomot aje, haha). Dari penampakan keliatan martabaknya tebel ya, trus ada saus asem manisnya gitu. Pas dirasain, wuihhh, daging gilingnya generous banget dan juicy.. Ini beneran enak.

Martabak  Denanta

Pulang dari situ kenyang banget, masih ditambah special christmas compliment lagi. Tapi gak kumakan karena kekenyangan. Overall sukaa.. Cuma harusnya memang aku pesen yang grill-nya juga biar lebih puas. Oiya, kata mas ini menunya masih penyesuaian jadi masih menunggu respon pasar. Buat semua yang suka iga dan grilled food, boleh deh dateng ke Denanta Kitchen.

The owner (right) who has just loss loads of pounds and his brother (left)
Denanta Kitchen
Jl. Panglima Polim IX No. 18 - Kebayoran Baru
Ph. 021 720 1723
Jakarta, Indonesia


 Thanks mas!




The Power of Dream

Mari kita ubah diksi sebentar, dari 'aku' ke 'saya' biar rada gimanaaa gitu. Tapi jangan dibawa terlalu serius yak, wkwkwkwkwk...

Tulisan ini saya buat karena beberapa waktu yang lalu terlibat percakapan seru dengan suami. Ari menuduh saya ini orang yang tidak berani bermimpi. Dia bilang karena saya dibesarkan di keluarga yang berkecukupan, jadi semuanya tersedia. Tidak ada jiwa struggle dan kepepet dalam hidup saya. Sementara dia, sepanjang hidupnya selalu dihadapkan pada persoalan finansial. Ditambah beberapa buku Anthony Robbins yang dia baca selama ini mungkin telah menyulut semangatnya  Mungkin dia ada benarnya juga.

Lalu di saat yang sama saya teringat jurnal yang dibuat suami saya bertahun-tahun yang lalu, semasa dia masih di awal karir. Di jurnal itu Ari menuliskan beberapa impiannya yang akhirnya dia buat menjadi target-target spesifik. Saya masih ingat 2 diantaranya itu tertulis:

1. Menikah di usia 25 tahun
2. Membuatkan mesjid untuk mama
3. .. nah, nomor selanjutnya saya sudah lupa, maafkan kepikunan saya..

Alhamdulillah hampir semua target di buku itu sudah diraihnya sekarang di usianya yang ke-31. Walaupun ada beberapa yang off target secara umur (hehe..). Lalu di jurnal yang lainnya saya menjumpai tulisan serupa, namun beda masa. Misalnya, targetnya berubah menjadi : 'menikah dengan Wida'. Saya tertawa saat membacanya karena di bawahnya tertulis, 'bila tidak, akan tertutup karir di oil Co.' Dan benar saja, hampir semuanya sudah tercapai juga.

Melihat kembali ke dalam diri saya, tentu setelah membaca semua itu, saya paham betul tuduhan suami saya. Kali lain kami membicarakannya, dia menantang saya untuk menuliskan impian saya seperti dia.

Ajaibnya tantangan suami saya itu berkecamuk di benak saya, ide-ide bermunculan seperti jangkrik yang berlompatan. Random, very random and unstructurized (kalau memang benar ada kata itu). Dan di sinilah saya menuliskan posting ini yang diberi judul The Power of Dream mengambil jargon terkenalnya Soichiro Honda.

Jadi, menjawab tantangan suami saya, saya akan menuliskan impian saya. Tentu saja di sini tulisannya masih mentah, acak dan tak terstruktur. Saya harap apa yang saya tuliskan di bawah ini nanti akan menjadi bahan bakar untuk menentukan target jangka panjang dan jangka pendek saya nantinya. Berikut hasilnya:

1. Kembali ke tubuh yang dulu lagi, alias kembali langsing seperti waktu gadis
Nah yang ini titipan suami saya, dia minta diletakkan nomor satu. Hahaha.. Bagaimanapun juga kita menikmati hidup sebagai seorang ibu, bagi saya selalu ada bagian dari diri saya yang ingin kembali merasakan nikmatnya langsing seperti seorang gadis. Tentu ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh usaha dan keringat (literaly).. Jadi ini foto saya sekarang.. Oke, saya curang, disini pakai jas, hahaha..



2. Membuat novel science fiction yang laris manis
Kalau ini lebih karena ingin menyalurkan hobi. Dulu saya rajin sekali menulis. Tapi sekarang karena kesibukkan, inspirasi untuk menulis jadi jarang sekali mampir. Come back saya ya dengan menulis blog ini. Mudah-mudahan bisa menulis novel lagi tapi dengan tema yang berbeda. Apalagi dengan bertebarannya buku-buku geoscience Ari di rumah yang membuat saya gatal ingin baca-baca. Mungkin karakter utamanya seorang geoscientist.

3. Mendirikan perusahaan skin care dan kosmetik sendiri
Ini impian saya sejak kecil, dan ini di otak saya benar-benar impian nomor satu saya! Silakan ditertawakan, saya juga kadang tertawa sendiri, apa bisa yaa.. Tapi saya tulis saja karena siapa tahu ini akan jadi cambuk untuk segera menempuh studi PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) Kulit dan Kelamin.

4. Own a hybrid car or possibly make one!
Whoaa, ini lebih random lagi. Seriously, saya punya banyak sekali ide-ide tentang konservasi energi. Dan saya rasa kita semua patut memiliki rencana cadangan energi sendiri kalau ingin hidup lebih lama di bumi. Saya memang bukan lulusan teknik atau bukan orang yang tau teori-teori mekanika, tapi saya tidak sabar untuk berdiskusi bersama mereka. Is it possible or is it not?
Gambad diambil dari sini
5. Pasif income minimal 20juta rupiah per bulan
Weww, siapa sih yang nggak mau ongkang-ongkang kaki trus dapet duit. Reaksi Ari waktu saya bilang "enak kali ya kalo per bulan dapet pasif income 20 juta", dia bilang "lah dikit amat, harusnya 20 juta per hari!!" Kemudian dia kembali berbicara tentang inflasi dan betapa 20 juta itu nilainya sangat kecil dalam beberapa tahun mendatang. Jadi mimpi yang #5 ini lebih untuk memotivasi saya untuk belajar enterpreneur. Kalo gak belajar, gimana bisa mimpi #3 bisa terealisasi!!

Hubby, I made it! Sekian sesi bermimpi saya hari ini. Kalau saya kehilangan motivasi, saya akan kembali ke catatan saya sekarang dan melanjutkan impian saya lagi.

Regards,
Wida

Rabu, 19 Desember 2012

Favorite Childhood Movies/Series

Ahhh, posting ini terinspirasi dari keisengan youtube browsing kemarin. And it feels sssooo comforting. Jadi aku nyari-nyari serial yang pas jaman kecil sering aku tonton. Mudah-mudahan dek yaya terwakili juga ya jadi bisa kangen-kangenan nontonnya. Okee, mari kita mulaiii..

1. The Little Rascals

Film ini keluar sekitar tahun 1994, pas waktu itu lagi jamannya laser disc ngetrend. Jadi kita punya langganan rental LD gitu kan. Nah film ini yang paling bisa bikin kita ketawa-ketawa seseruan. Film ini bercerita tentang sekumpulan geng anak kecil yang anti-cewe. Jadi mereka gak mau main sama cewe, namanya gengnya aja lucu "He-man Womun Haters Club" wakakaka, kocak.. Aku masih apal banget salah satu dialognya, pas si Alfalfa bacain surat untuk cewenya.

Dear Darla,
I hate your stinkin' guts
You make me vomit
You are the scum between my toes
Love,
Alfalfa

Huahahahaha, kocaaakkk!! Berikut ada sepenggal scene ketika club house mereka kebakaran trus Buckwheat sama Spanky mau nelpon pemadam kebakaran. Tapi si Buckwheat malah tanya "what the number for 911?" LOL


Yang belum nonton, nonton yaa.. dijamin jadi gemes sama anak-anak!!

2. Beethoven and Beethoven 2nd

Nah kalo ini tentang si anjing St.Bernard yang dipelihara keluarga Newton. Seneng film ini soalnya waktu itu suka banget sama binatang peliharaan (padahal sekarang ogah banget melihara binatang, apalagi anjing). Kalo dialognya gak ada yang hafal sih, tapi paling suka pas si Beethoven ngibasin bulu-bulunya basah-basah di depan si George Newton. keliatan di sini..



3. Jumanji

Nah, kalo ini dek yaya yang suka banget. Sampe dulu yah, dek yaya beneran bikin kotak Jumanji sendiri dari kardus! Ceritanya tentu saja tentang si permainan ajaib yang bernama Jumanji ini. Sejak liat ini jadi suka banget liat actingnya Robin William dan ngikutin film-film dia selanjutnya. Oya, sama Kirsten Dunst disini masih anak-anak menjelang abege. Paling suka waktu ada stampede sama waktu kejar-kejaran sama si Van Pelt!


4. Playschool

Ini serialnya ABC (Australian Broadcasting Company) yang bisa ditangkap parabola Yang Kung dulu. Kita dulu gak pernah absen nonton ini karena acaranya banyak nyanyi-nyanyi sama bikin art craft gitu. Trus kalo dek Yaya paling suka kalo host-nya si John Hamblin. John itu lucu, and most of all, kata dek yaya John itu mirip bapak. Hahaha... Aku sih suka semua host nya ya. Ini dia si John Hamblin kesukaan dek Yaya..


Ada banyak lagu-lagunya playschool yang sering aku nyanyiin dulu, tapi salah satu yang masih aku ingat sampai sekarang adalah Walking in The City song..

I'm walking in the city
I'm waliking down the street
I'm walking in the city making music with my feet
I'm tapping with my shoes as I sing this little song
I'm tap tap tap tap, tapping along..


5. Sailormoon

How in earth can you not love Sailormoon!???? Of course if you're raised in the 90's.. I mean look at this...


Sangat girly sekaliii.. Walaupun kartunnya aku nggak nonton sampai tamat, tapi aku sama dek yaya punya komiknya sampe tamat (yang black and white ya..). Di manga yang black and white itu banyak banget mini series yang lucu-lucu. Paling suka ceritanya Luna yang berubah jadi cewe trus naksir sama astronot. Itu Luna-nya cantik bangeeet!! Aku sama dek Yaya masih hafal loh kalo disuruh nyerbutin nama karakternya satu-satu dari Merkurius sampe Pluto!

Jadi ceritanya Sailormoon inilah yang menginspirasi aku dan dek Yaya buat belajar gambar manga. Kalo nggak pernah ketemu Sailormoon, gak akan ada tuh gambar di postingan sebelumnya (Lady Pirate)..

Heheh, jadi geli sendiri inget-inget jaman dulu. But doing this post put my comfort back as a little kid who loves to play around. Hope you like it!

Regards,
Wida





Lady Pirate

Adikku bentar lagi lulus koas (can I get an amiiinn!!) trus dia dibeliin gadget sama bapak ibu. Ahh, senangnyaaa.. Tapi yang bikin seru lagi, tu gadget ada stylusnya dan adikku menggila bikin sketsa macem-macem, termasuk yang di bawah ini... Check it out!


On behalf of my sister...

It's gonna be adventurous..
We shall continue..

-Ln2-

yang pernah pramuka pasti tau sandi AN kan?? Jadi dulu pas kecil nama sandi dek yaya itu LNLN, aku JVQN. Ya begitulah..

Sabtu, 01 Desember 2012

My Foundation Journey

Jadi ceritanya aku tuh males banget pake foundation kalo cuma buat keluar rumah. Jadi untuk sehari-hari aku lebih suka pake BB cream nya Caring atau Tinted Moisturizernya Revlon yang Beyond Natural. Foundation yang kupunya juga udah lama banget, Revlon yang touch and glow. Itu dulu dikasih sama ibu, gak tau masih bagus apa enggak, wkwkwkw. Ibuku itu punya banyak foundation gara-garanya suka gak cocok trus udah aja nganggur gitu. Jadi waktu itu aku kecipratan berkah lah..

shadenya creamy peach


Konflik datang ketika bulan ini aku harus menghadiri beberapa hajatan penting di keluarga besar. Secara November kan musim kewong. Nah, berkat pengetahuanku tentang make-up bertambah, aku merasa shade Revlon Touch and Glow yang kupunya ini terlalu pink! Pengen doong beli foundation baru. Ada beberapa pertimbangan yang harus aku perhatikan untuk beli foundation ini. Maklum takut salah pilih.

1. Jenis Kulit

Haru dipertimbangkan kulit kita jenisnya apa. Kering, berminyak apa normal. Hal ini berhubungan dengan jenis foundation yang akan kita pilih nantinya. Kulit kering lebih cocok pake foundie cair atau cream, pilih yang ada hydrating formula-nya. Kulit berminyak pilih yang powder atau yang oil-free liquid. Trus kalo bisa yang ada oil controling ppropertiesnya. Alhamdulillah aku kulitnya normal dan jarang bermasalah, jadi biar gak neko-neko pilih yang liquid aja.

2. Kenali Undertone kulit kalian

Ini sebenernya ilmu baru buat aku. Apa itu undertone? Undertone itu warna dasar kulit yang menentukan keseluruhan rona wajah/kulit kita. Bedain ya sama warna kulit. Ada macam-macam undertone, secara umum dibagi 3, warm, cool or neutral undertone. Orang-orang kaukasia biasanya punya cool undertone, kulitnya sedikit kemerahan atau bahkan ada yg agak biru/abu-abu. Nah, kebanyakan orang asia biasanya punya warm undertone maka dibilang kuning langsat. Yang neutral?? Yaaa, imbang antara merah dan kuning. Paling gampang tau undertone liat vena (pembuluh darah) di permukaan lengan. Kalau warnanya dominan ijo berarti warm, dominan biru/ungu berarti cool. Contohnya seperti di bawah ini *abah sama Kinan eksis dulu sekarang..

Love you two!
Keliatan kan kalo abah lebih ke pink undertone dan Kinan lebih ke yellow undertone walaupun shadenya sama (lihat bagian tangan yang menyentuh paha). Jadi undertone itu lebih ke hue-nya. Kalo kulitku masuknya medium dengan yellow undertone ya. Secara aku orang jawa tulen.

3. Pilih warna yang sesuai

Colek-colek tester seperti biasa lalu oles di garis rahang bawah kita. Yang shade-nya ngilang, itu berarti warnanya pas. Kalau bisa lakukan ini di bawah cahaya alami. Emang susah sih cari cahaya alami, soalnya foundie umumnya di jual di mall bukan di pasar. Intinya penerangannya cukup lah. Lalu jangan lupa, kalau sudah tau undertone kita, cari foundie yang undertone-nya sama. Contohnya kalo L'oreal itu ada kodenya W, C, atau N.

Nah, kemarin itu sebelum ke counter, aku udah ke website-nya L'oreal dulu. Seru deh, di situ ada aplikasi untuk mencocokan warna kulit dengan foundation. Jadi kita disuruh jawab beberapa pertanyaan gitu, trus nanti keluar beberapa shade pilihannya. Dan eng ing eng... untuk warna kulitku keluarnya Golden Beige W3. Pas di counter L'oreal tinggal di colek-colek aja satu shade lebih terang dan satu shade lebih gelap. Dan pilihanku tetap jatuh pada si Golden Beige ini. Beginilah penampakannya.


Side by side comparison..

kelihatan ya si revlon ini lebih pink..

Sekarang mari kita bandingkan dengan foundationku yang lama. Swatch and applied on my face, kiri Revlon Touch and Glow yang lama, kanan L'oreal True Match.


Kiri revlon, kanan L'oreal, tengahnya ada batas NYX JEP putih
Weee, cukup kelihatan gak ya? Kalo diperhatikan yg kiri lebih putih jatuhnya di kulitku yang kanan kelihatan natural. Intinya kalo milih warnanya pas, hasilnya bagaikan tampak tidak pakai apa-apa. So I will say that I made the right decision . Bukan berarti yang Revlon gak bagus loh, cuma shadenya aja kurang pas. Hmmm, mungkin aku kasih Ari aja ya?? Wekekeke.. Review menyusul yaaak..

Hope this helps..

Regards,
Wida

Selasa, 27 November 2012

FOTD: My Couture Look Attempt

Bikin FOTD ini karena habis beli Maybelline Color Tattoo trus terinspirasi sama peacock looknya Lisa Eldridge (minus falsiesnya yg super heboh). Jadilah warna-warnanya seputaran biru, ijo, sama gold.. Selain mata dibikin simpel aja..






Face:

  • L'oreal true match foundation in Golden Beige
  • Caring Colors Loose Powder in Shell Petal
  • Maybelline clear smooth blush in Fresh Berry
Eyes:
  • Maybelline Color Tattoo in Tenacious Teal
  • PAC quad eyeshadow in Blushing Sky
  • PAC powder eyeshadow in Sexy Bronze
  • Sleek ultramatte palette Cricket and Chill
  • Silkygirl Gel liner in Pure Black
  • Revlon CustomEyes mascara
Lips:
  • Revlon Colorstay in Divine Portwine (yang ini di tutul aja pake jari)
Done and done!! Markibo.. Mari kita membersihkan make-up sebelum bobo'..

Regards,
Wida

Maybelline Color Tattoo

Wokaayyy, saatnya review/mini haul kali ye..

Aku penasaran sama produk ini udah lama banget. Gara-garanya para suhu-suhu di youtube pada make semua, dan reviewnya bagus-bagus. Nunggu-nunggu kapan dijual di konter Maybelli di mol-mol, ternyata gak masuk Indonesia kayanya deh. Akhirnya ikut PO sama si Rani pas lagi ada diskon.

Maybelline Color Tattoo sendiri ini bentuknya cream eyeshadow yang konon katanya bisa tahan 24h. Siapa sih yang mau pake make-up 24 jam penuh, gak mandi gitu ya? Trus yang bikin oke lagi, katanya bisa buat eyeshadow base juga. Nah karena aku PO nya pas lagi ada promo, kemarin belinya seharga 63.000IDR saja per 1 pot. Belinya yang warna Tenacious Teal sama Too Cool. Aku tuh gampang tergoda kalo liat warna turquoise yang cantiik.. Wekeke.. Kemasannya kaya gini ya ibu-ibu.. Ini diliat dari pantat botol/pot nya.



Si warna Tenacious Teal ini wujudnya tosca dengan shimmer. Sedangkan Too Cool sendiri warnanya putih dengan shimmer, lebih ke pearl gitu ya. Pertimbangannya pilih 2 warna ini karena suka warna tosca sama pengen punya eyeshadow base yg ada shimmernya. Berikut swatchnya..



Pros:

  • Beneran tahan lama. Nggak dipake 24 jam sih, tapi kupake seharian di kantor eyeshadow gak ke mana-mana bahkan setelah kena air. 
  • Warnanya crong dan pigmennya cukup menurutku.
  • Bisa aplikasi langsung pake jari. Jadi tinggal cepluk-cepluk trus langsung nemplok gak pake fall out.
  • Harga lumayan bersahabat yaaa.. Secara Maybelline kalo di luar sono merek drugstore.
Cons:
  • Menurutku kalo pake kuas, ngeratainnya butuh waktu. Apa aku aja yang belum terbiasa pake cream eyeshadow ya? Jadi agak lama gitu ngoles-ngolesnya.
  • Tidak tersedia di Indonesia jadi harus PO atau nitip-nitip
Kesimpulannya, untuk yang suka lenongan, produk ini patut dicoba. Untuk repurchase apa gak, hmm.. Butuh observasi lebih dalam. We'll see ntar lah.. 

Hope that helps!

Regards,
Wida

Jumat, 23 November 2012

Hernia Nucleus Pulposus

Huwaaaa, udah lama ya gak muncul.. Maklum awal bulan ini ada insiden yang mengakibatkan Ari harus hospitalized selama 5 hari karena HNP. Nah, abis itu kita cuti ke Jogja karena sepupu ada yang nikahan (congratz mas Auf dan Mb Wandan). Intinya setengah bulan ini bener-bener hectic.

Berhubung insiden awal bulan itu sungguh tidak disangka-sangka, kita memutuskan untuk sharing tentang Hernia Nukleus Pulposus (atau disingkat HNP). Jadi ceritanya hari itu aku Ari sama Kinan lagi nginep di tempat Bapak Ibu Cibubur karena libur Idul Adha. Pas minggunya harus balik ke BSD kan.. Nah tiba-tiba aku dipanggil ke kamar sama Ari, ternyata dia nyeri pinggang yang bener-bener nyeri banget sampe gak bisa berdiri dan gak bisa duduk. Akhirnya atas keputusan bersama diputuskan untuk dirawat aja di BSD minta dijemput ambulan.

Konon, sebelum kami menikah, Ari memang punya riwayat low back pain, atau bahasa kerennya nyeri pinggang bawah. Nyeri pinggangnya dulu disebabkan karena overtrained main futsal. Gejalanya nyeri panggul yang menjalar ke bokong dan kaki terutama pada perubahan posisi. Pas di MRI, hasilnya di tulang belakang Ari ada disc bulging. Kurang lebih gambar MRI-nya seperti dibawah ini yang diambil dari Wikipedia.

Perhatikan ada item-item yang nyembul ditunjuk panah


Apa itu disc bulging??? Jadi tulang belakang kita itu terdiri atas susunan tulang dan bantalan selang seling. Tulangnya disebut vertebra, bantalannya disebut discus. Adanya discus ini memungkinkan kita untuk bisa meliuk-liukan tulang belakang. Nah si bantalan discus ini luarnya fibrous, tengahnya lunak, kaya jelly kali ya, itulah yang disebut inti nukleus pulposus. Kalo lapisan fibrous luar ini lemah atau kesobek, mecototlah (apa sih bahasanya) isinya. Cari gambarnya kaya gini


ini dia si bagian yang 'mecotot'


Yang jadi masalah adanya, tonjolan yang dibuat sama si nucleus pulposus ini menekan saraf dan akhirnya membuat nyeri yang luar biasa. Akibatnya, bagian yang dipersyarafinya ikutan nyeri. Makanya biasanya keluhannya terasa nyeri yang menjalar. Kalau terjadinya di pinggang, ya sakitnya sampai ke kaki. Kasihan deh liat suamiku, huhuhuuu...

Nah gambar ini menjelaskan MRI di atas.
Sampai di RS suamiku dikasi berbagai jenis anti nyeri dan dilakukan fisioterapi. Alhamdulillah sedikit-sedikit ada perbaikan. Walaupun nyerinya masih terasa tapi sudah bisa berdiri bahkan jalan. 

Waktu di RS sempat ditawarkan untuk operasi, tapi yaa.. itu opsi terakhir lah bagi kami. Jadi sekarang harus jaga sikap tubuh yang benar. Nggak boleh bungkuk, tidur di kasur yang keras,nggak boleh angkat berat-berat (termasuk ga bisa gendong Kinan), dan kemana-mana pake lumbar support. Terus suamiku sekarang jadi rajin banget berenang untuk menguatkan otot-otot punggung.

Mungkin menjaga postur yang benar itu terlihat sepele yah, tapi kalo udah kaya gini pasti berharap "i wish i didn't do this and that" Sooo, buat semuanya, jaga kesehatan dan postur tubuh, kalau cedera olahraga jangan dianggap sepele.

Regards,
Wida




Rabu, 24 Oktober 2012

Merindukan Imajinasiku yang Dulu



“Bukankah mempermainkan wanita itu mematikan, Señor?” aku, dengan lengan terjulur mengarahkan pistol semi otomatis pada tengkuknya.
Smith & Wesson 59 ternyata berat, aku tidak menyangka akan sesulit ini mempertahankan kestabilannya dengan satu tangan. Namun otot-otot lenganku mengencang, seolah-olah mereka bekerja di bawah mantra kecemburuan yang menyulut akhiran saraf-saraf motorisku.
“Jangan lakukan ini, manzanita.. Aku mohon..,” laki-laki itu benar-benar tak berdaya, payah!
“Estoy cansado, mi corazon.. (aku lelah, sayang..)” dia bungkam. “Abajo!! (Turun!)” aku menghentakkan suaraku, berusaha untuk menjaga agar tidak bergetar dan terdengar ketakutan.
Dia lalu tersungkur berlutut.
Sayangku akan segera berakhir dalam sebuah letupan singkat yang—bagiku—akan terlihat seperti gerakan lambat di bawah iringan irama mariachi. Aku menarik pelatuk…, “Adios..,” lambat laun castañet itu pun mulai berbunyi..
De las sierras morenas, Cielito Lindo, vienen bajando
Un par de ojitos negros, Cielito Lindo, de contrabando
Ay, ay, ay, ay canta y no llores
Porque cantando se alegran, Cielito Lindo, los corazones

Yang tampak di mataku hanyalah atraksi terjun bebas sebuah selongsong Parabellum 9mm, berakrobat ringan menuju daratan. Pelurunya pastilah sudah melesak ke dasar tengkorak laki-laki itu, mencabik-cabik pembuluh darah batang otak. Mati batang otak, mati…

Gambar diambil dari sini


Tulisan di atas kubuat waktu kuliah. Jadi dulu tuh aku suka ngayal, ngayalnya keterlaluan sampe jadi 1 novel. Trus sampe sekarang nganggur aja itu semua tulisan-tulisanku. Salah satunya tulisan ini yang aku buat waktu putus sama mantan (ihh abege banget dah waktu itu). Pistol-pistolannya aku cari di Wikipedia, bahasa spanyolnya aku cari di situs random belajar bahasa Spanyol. Trus akhirnya lagunya itu, ternyata folklore, aku juga random nyarinya, bahkan gak tau lagunya kaya apa.

Jujur aku kangen, kangen masa-masa puncak kreativitas. Dulu tuh bisa nulis, gambar sketch, bahkan main gitar (dikit). Sekarang?? Beuuuhh, palingan skill masak sama skill mengasuh anak (cium Kinan) yang nambah. Ternyata kita semua tu perlu outlet ya untuk mengekspresikan diri. Jadi yaa, bikin blog ini salah satu outlet juga lah...

Anyway, enjoy..

Regards,
Wida


FOTD: Ripened Red

Mau coba-coba FOTD ahh.. Beginner FOTD.. Maafkeun ini tapi fotonya pake BB, habisnya pas mau foto pake si SIII (bukan kamera juga, haha) lowbatt dianya. Ini ceritanya coba-coba bikin double winged eyeliner, atas bawah.. Agak gak jelas sih di foto. Akhirnya bisa jugaa, walopun harus koreksi pake q-tip.


keliatan gaak si double winged nyaaa??
Face:

  • Caring colors BB cream in Luminizing
  • Caring colors loose powder in Shell Petal
  • NYX bronzer in Bali
  • Maybelline Clear Smooth blush (lupa warnanya, kayanya fresh berry)
  • NYX mosaic powder highlighter
Eyes: 
  • NYX HD eye primer
  • NYX Runway Palette in Strike a Pose
  • Silky Girl Eyeliner in Pure Black
  • Ini gak pake mascara, huehehe
Lips:
  • Revlon colorstay in Ripened Red!!
Done! Dan semuanya merek drugstore bu-ibu.. Anyway.. Mudah-mudahan besok-besok lebih banyak lagi FOTD nya, secara masih beginner..

Regards,
Wida

Selasa, 23 Oktober 2012

Revlon Lip Butter Review

Aku penggemer lipstick Revlon bahkan sejak sebelum jadi suka dandan. Kenapa? karena ibuku selalu pake lipstick Revlon. Jadi pas dikenalin pertama kali sama yang namanya lipstick, dibeliinnya juga Revlon! Waktu kuliah aku punya Revlon Renewist Lipstick yang aku pake sampe tumpul dan gak bisa dioles lagi! Bener-bener sampe abis bis.. Bentuknya kaya di bawah ini..

Ada yang ingat? Tempatnya transparan, tengahnya ada moisturizernya. Punyaku ku-abuse sampe casing transparannya lepas-lepas, hahaha.. But i love this lipstick ssooo much! Gak bikin bibir kering, pigmentasinya oke, dan tahan seharian kalo kuliah. Nah pas mau cari lagi, kuciwa karena sudah discontinue produknya.

Sejak saat itu aku jadi si lipstick wonderer.. Menclok sana sini, tapi gak pernah nemuin yang secocok si Revlon ini. Sampai suatu hari di pertengahan tahun 2012, Revlon menggebrak kembali dengan koleksi Lip Butter nya!! Wah apa nih Revlon ngeluarin lipstick baru? Eh bukan lipstick ding, lipbalm? Eh apa dua-duanya? Akhirnya aku kalap beli 3 setelah colak-colek di mall, haha.. Ini dia..


Aku beli Cherry Tart 070, Peach Parfait 025, Macaroon 096

Produk ini diciptakan produsennya dengan konsep perkawinan antara lip balm dan lipstick. Mengandung mango, shea, dan coconut butter yang konon bisa meningkatkan kelembaban bibir sampai 156% (cateettt, bukan 100%, bukan juga 150%). Pertama kali pake rasanya lembut bangeet, sso buttery.. Gak bikin bibir kering dan warnanya surprisingly keluar juga! Memang ada glitternya dikit tapi gak ganggu kok. Trus yang kuperhatiin, untuk warna-warna yang lebih gelap, suka stain di bibir. No problem.. Staying power memang gak terlalu lama sih, dipake makan sekali udah ilang. Tapi itulah enaknya, sensasi touch up-nya itu! Serasa pakai lipbalm. Plus wanginya kaya roti marie, seriusan ini..

Mari kita lihat warnanya satu-satu.. Kita mulai dari warna yang paling muda, Peach Parfait 025. Warna ini resmi jadi warna nude pink favorit setelah sebelumnya aku nyoba Revlon Pink in The Afternoon yang jatuhnya di kulit terlalu frosty.

Peach Parfait

Warna selanjutnya adalah Macaroon 096, lebih gelap dari peach parfait. Lebih pink kecoklatan. Warna ini yang lagi nangkring di beauty pouch kalo ke kantor. Sukaaa...

Macaroon, agak washed out warnanya
Selanjutnya Cherry Tart 070, warnanya merah terang. Sebagai cewe yang jarang pake lipstick warna merah terang, awalnya agak terintimidasi sama Cherry Tart. Tapi tapiii, setelah dipake ke bibir warnanya sheer koookkk... Jadi sekarang kalo lagi mau sok-sokan ikut trend ombre lips biasanya aku paduin itu si Cherry Tart buat bibir atas dan Peach Parfait untuk bibir bawah.

Cherry Tart, agak sheer kaaann..
Sooo, beberapa poin yang mau aku kasih tau:

Pros:

  • Moisturizing bangeet, gak bikin bibir kering
  • Terasa ringan di bibir, gak lengket. Cocok buat sehari-hari.
  • Wanginya roti marie, hehehe..
Cons:
  • Staying power so so lah ya, dimaklumi karena memang produknya lebih buat melembabkan bibir
  • Trus, kok perasaan produknya cepet abis ya? Apa aku yang keseringan make?? Yang peach parfait sudah setengah jalan dalam waktu sekitar 3 bulan.
Kesimpulannya, bakalan repurchase pastilaaahhhh!! Suka banget..

So hope it helps, selamat mencoba!

Regards,
Wida

Jumat, 19 Oktober 2012

Selera ABG

Posting ini terinspirasi dari wawancara Pak Joko Widodo sebelum pelantikan kemarin. Beliau ditanya, bawa apa saja ke rumah dinas yang baru. Dan beliau bilang selain membawa kasur kesayangannya, beliau juga bawa koleksi kaset rock jaman kuliah. Izinkan saya mengutip perkataan beliau...
"Oya, saya bawa koleksi kaset rock saya jaman kuliah, ada Drim Teater, Dip Parpel, Megadet..."
Medhok banget, nganti ngguyu aku.. LOL
Jadi karena dengar beliau bilang gitu, terinspirasi buat bikin posting yang membahas band favorit waktu ABG. Bagiku lagu itu seperti parfum, ia bisa mengingatkan kita pada suatu masa yang telah lampau. Kadang kalo lagi di mobil bareng suami trus kita denger lagu jadul, kita suka saling cerita "eh ini kan lagu pas aku lagi jaman tahun pertama kuliah..." Trus akhirnya kita jadi nyanyi bareng dehh.

So, berikut beberapa lagu/band yang sering kudengerin jaman abege.

1. Incubus

My number one band of all time! Sayang aku ga liat konser mereka pas di Jakarta. Ada banyak lagu yang kusuka dari mereka. Kadang kita kalo beli album tuh yang disuka cuma satu dua lagu kan. Nah kalo albumnya Incubus itu hampir semuanya aku sukaaaa..Dan album mereka yang aku punya tuh Fungus Among Us, S.C.I.E.N.C.E., Make Yourself, sama Morning View. Aku kutip beberapa liriknya..
I'm sick of painting black and white
My pen is dry now i'm uptight
So sick of limiting myself
To fit your definition
-Redefine, Incubus

Liriknya standar lah yaa, khas abege yang gak mau dibatasin. Tapi yang aku suka itu di bagian interlude nya bass betotnya keren bangeeeeettt!! Gak bisa main bass sih, tapi kayanya susah mainnya. Somebody please show me how to do it? Suka deh dengerinnya.
To see you when I wake up
Is a gift i didn't think could be real
To know that you feel the same as I do
Is a three fold utopian dream
-I miss you, Incubus

Nah, kalo lirik yang diatas itu pernah jadi andalan buat gombalin aku dulu, LOL! Melodinya sih biasa aja, tapi artinya daleem... Jadi ingat jaman-jaman cinta monyeet, huahaha.

2. John Mayer

Nah kalo ini lagunya ngegombal semuaa.. Masih sering kudengerin sampe sekarang. Apalagi kalo lagi ujan-ujan, bikin pengen dikelonin sama suami. Punya albumnya yg Room for Squares, Any Given Thursday Live at Birmingham, sama Heavier Things. Beberapa lagu yang kusuka..
I'm staying home alone on a Friday
Flat on the floor looking back on old love
Or lack thereof
After all the crushes are faded
And all my wishful thinking was wrong
I'm jaded, I hate it
I'm tired of being alone
So hurry up and get here
-Love Song for No One, John Mayer

Dari judulnya aja udah ketauan kalo lagu ini buat jombloers yang lagi galau. Dulu sebelum ketemu misua, aku sering banget dengerin lagu ini malam-malam. Berharap ada pangeran berkuda datang dan melamar *dhiyeeng*
I just remembered that time at the market
You snuck up behind me and jumped on my shopping cart
And rolled down aisle 5
You looked behind you to smile back at me
Crashed into a rack full of magazine
They asked us if we could leave
I can't remember what went wrong last September
Though i'm sure you'd remind me if you had to
Our love was comfortable and so broken in..
-Comfortable, John Mayer

Maaakkk, ini lagunya dalem bangeeeettt. Tentang cinta pertama gitu. Kadang kita mikir cinta pertama itu cinta monyet banget, tapi selalu aja keinget sampe sekarang. And this song kinda brings me that vulnerability inside. Please do hear this song!!

3. Tak Ingin Usai, Tere

Bukan band sih, tapi penyanyi. Gak punya albumnya juga. Tapi tiap kali denger lagu ini bawaannya pengen balik ke mantan (dulu yahh!)
Dan jika masih ada tersisa
Sepotong rasa tersimpan di jiwa
Maka remukkanlah sluruh tembok angkuh jiwamu, kasihku
Tolong lenyapkan saja itu
Remukkan semua yang menghalang
Karna sesungguhnya diriku pun tak ingin usai
Tak ingin akhiri semua ini..
-Tak Ingin Usai, Tere

Lucunya lagi, dulu aku bikin lirik Inggrisnya lagu ini yang sayangnya sekarang udah lupaa. Pokoknya bagian reffrainnya ada "because beneath my heart I'm screaming loud, I don't want this to end."

4. Rage Against The Machine

Punya CD nya yang Live at The Grand Olympic Auditorium. Suka banget sama RATM gara-gara sering liat festival band di Pekanbaru dulu. Padahal sih gak ngerti juga liriknya yang kebanyakan bicarain politik. Tapi overall suka banget sama riff-riff gitarnya si Tom Morello. Mari kita liat lirik-lirik di bawah ini..
Movements come and movements go
Leaders speak, movements cease
When their heads are flown
'Cause all these punks
Got bullets in their heads
Departments of police, the judges, the feds
Networks at work, keepin' people calm
You know they went after King
When he spoke out on Vietnam
He turned the power to the have-nutts
And then came the shot
-Wake Up, Rage Against The Machine

Ini lagu konon terinspirasi dari pidatonya Martin Luther King Jr. yang judulnya How Long? Not Long. Sering banget dibawain di festival-festival band. Daaan, kalau diperhatikan lagu ini muncul di film The Matrix pas ada jamnya bunyi kalo gak salah, Wake Up gitu.
Word is born
Fight the war, f*ck the norm
Now I got no patience
So sick of complacence
With the d the e the f the i the a the n the c the e
Mind of a revolutionary
So clear the lane
The finger to the land of the chains
What? the land of the free?
Whoever told you that is your enemy?
-Know Your Enemy, Rage Against The Machine

Yang ini mempertanyakan Amerika sebagai land of freedom, tuh baca aja liriknya. Provokatif banget yaaa.. Tapi aku suka riff gitarnyaaa..

Wokayyy, sekian dulu nostalgianya.. Kalo kalian gimana? Lagu apa aja yang kalian suka waktu abege??

Regards,
Wida

Kamis, 18 Oktober 2012

My First Gel Liner!

Sebagai newbie penggila make-up, aku berusaha untuk mengembangkan segala skill rias wajah. Dan salah satu yang bikin aku penasaran dari dulu ituuu, gimana sih caranya pake eyeliner gel?? Secara selama ini beraninya baru pake eyeliner pencil dan sesekali eyeliner liquid (yang ini pe-er latihan juga). Setelah membulatkan tekad, akhirnya aku pikir 'kenapa gak dicoba!'

Bingung waktu pengen beli gel liner, apalagi belum ada pengalaman. Sayang beli yang mahal-mahal, orang buat latihan. Etapi ternyata kata temen-temen yang lebih pengalaman, gel liner lebih gampang daripada liquid! Akhirnya pilihanku jatuh pada Silky Girl Double Intense Gel Liner. Kenapaa? Karena murah, hanya 39.500IDR dan tersedia di Indomaret terdekat (walopun waktu itu aku belinya nitip Sasa, haha). Ayo, prinsipnya practice makes perfect! Mari kita coba!

Aku belinya yang nomor 01, pure black. Di kemasan box-nya tertulis kalau si gel liner ini waterproof, dan yang kusuka kuasnya udah include. Include-nya bener-bener nyambung ke tutupnya si gel liner ini. Kurang lebih seperti ini petunjuk pemakaiannya..



Jadi si tutupnya itu ada bagian yang bisa dibuka dan pas dibuka.. Ta daaa!! Nongol lah itu si kuas! Trus kuasnya tinggal disambungin lagi ke tutupnya. Tersusun dari polimer silikon yang katanya membuat produk ini gampang aplikasiinnya, termasuk buat pemula. Bentuk aslinya kaya gini..





Pertama kali make ternyata gak sesulit yang dibayangkan. Malah bener, lebih gampang dari liquid liner! Memang sih harus terbiasa ya, apalagi untuk yang mata kiri kan sulit untuk tangan yang gak kidal. Staying power so so.. Dipake wudhlu gak bubar, tapi agak smudge kalo dipake lebih dari 5 jam. Jadi kalo pulang kerja udah mulai keliatan tuh bayangan hitam di kelopak mata bawah. Samar sih, gak sampe mengkunti. Oya, gel liner ini harus ditunggu sebentar supaya kering soalnya kalo nggak jadi ngejiplak di kelopak mata. Tapi tahan-tahan bentar juga bisa.

Pros:
  • Murce merice, tersedia di toserba terdekat!
  • Kuasnya nyambung ke tutup, jadi gak perlu bawa kuas tambahan
  • Intensitas warnanya oke punya, aplikasinya mudah
Cons: 
  • Harus ditunggu kering dulu (kalo ini gpp lah ya)
  • Smudge kalo dipake lebih dari 5 jam, walaupun ringan di mataku (gak tau  ya kalo yang punya oily eyelid). Tapi touch-up nya susah karena waterproof. Jadi harus pake tissue khusus yang buat ngapus make-up
Overall, eyeliner ini bagus buat yang sedang latihan aplikasi gel liner karena murah dan praktis. Tapi kalo buat repurchase, aku akan cari merek yang lain deh. Penasaran sama Lasting Drama-nya Maybelline sama gel linernya L'oreal. As for Bobbi Brown, nanti aja lah kalo udah pro.

Sekarang sudah genap sekitar 2 bulan aku pake gel liner ini. Dan surprisingly, aku sekarang jarang banget nyentuh pencil liner-ku! Jadi berikutnya aku kasih tips mudah untuk bikin winged eyeliner yang tebel tapi rapih. Pake selotip!! Liatnya di salah satu youtube guru kesukaanku itu! Ayo ibu-ibu semuanya, cari selotip terdekat dan perhatikan cara di bawah ini. Apalagi buat yang sedang suka-sukanya sama make-up Korea. Remember, practice makes perfect!




  1. Start with bare eyelid, in this case, bare face sebenernya.. Ambil selotip terdekat, aku waktu bikin foto ini minta selotip bagian kasir, huehehe.. Trus hubungkan antara sudut luar mata dengan ujung luar alis.
  2. Pakai gel liner di garis bulu mata atas seperti biasa, enaknya ini ujung luarnya mentok di selotip jadi gak belepotan.
  3. Tarik garis ke atas arah alis sesuai selera masing-masing. Bisa tebel, bisa tipis. Trus hubungkan ke bagian tengah eyeliner yang sudah digambar sebelumnya.
  4. Fill in the gap.. Dan rapikan garis yang sudah dibuat
  5. Lepas selotipnya daaaannn..
  6. Ta daaa! Sengaja kubuat tebel, mataku bener-bener butuh bantuan eyeliner soalnya.

Sekian sharing pengalamanku. Semoga bermanfaat! Bubye..

Regards,
Wida

Minggu, 07 Oktober 2012

Posting Nggak Penting

Another productive weekend! Yeaay!

Eiya, by the way ini postingan nggak penting sih sebenernya. Cuma karena aku euphoria aja, haha. Kemarin kan aku coba-coba SKSD sama blogger luar negri gitu. Sebelumnya sama si Mbak Julia Misschievous, tapi gak dibales *patahhati*. Trus berlanjut SKSD sama mbak Jennifer yang From Head To Toe, dia kumention lewat twitter. Habisnya dia udah lama nggak posting blog atau video karena kabarnya baru pindahan. Jadi aku nyolek seperti ini kurang lebihnya..



Nah, habis itu kan aku mikir, ahh sudah lah palingan gak dibaca mentionnya.. Trus si sarah mention reply kaya gini, "Lempar kuas cyiin!" Adekku juga reply yang kurang lebih nadanya sama-sama pesimis. Paginyaaa.. Ada tanda bunga itu di mention-nya. Pas kubukaa.. eng ing eng!!


Mentionku nggak cuma di replay, tapi di er-teee.. OMG, she responded!! Wekekeke, penting gak sih? Penting buat akuuu!! Thanks ssoo much Jen, you just made my day! I'm your biggest fan!

PS: pengen nyolek-nyolek si mbak Michelle ahh..

Regards,
Wida

Hada Labo Review

Hadalabo udah resmi masuk Indonesia!! Hurrayyy! Thanks to Rohto Indonesia yang ternyata pabriknya di Jl.Raya Cimareme, Padalarang, dekat rumah mertuaku. Sering banget lewat situ dan liat gedungnya soalnya..

Pertama kali tau Hadalabo dari Sarah yang duluan pake. Setelah nyoba sample sizenya, eh ternyata enak juga. Akhirnya beli yang ukuran gedenya. Sebenernya kulitku termasuk normal sih, jadi yaa episode kulit kering sampe ngelupas itu jarang banget. Cuma aku nggak suka pelembab yang bikin kulit jadi berminyak. Apalagi yang kalo dibawa tidur bikin muka kaya penggorengan paginya. Jadi sebenernya aku cari pelembab yang bisa bikin kulit kenyal tapi gak berminyak.

Mari kita mulai dengan deskripsi produk. Aku beli Hada Labo Gokujyun Ultimate Moisturizing Face Wash sama Hada Labo Gokujyun Ultimate Moisturizing Lotion.



Hada Labo Gokujyun Ultimate Moisturizing Face Wash, aku beli seharga 13.000IDR dengan isi netto 50gr. Di belakangnya tertulis kalau produk ini mengandung 2 tipe hyaluronic acid yaitu Improved Hyaluronic Acid (AcHA) dan Hyaluronic Acid. Si AcHA diklaim dapat menahan kelembaban kulit sampai 2x lipat. Cara pemakaian seperti face wash biasa, tuang di tangan trus diusap ke wajah trus dibilas. Pengalamanku pake ini lumayan enak sih, cuma untuk melembabkan kayanya gak deh.Cuma bersih aja, jadi ya menurutku sama kaya face wash lain.





Pros:

  • Harganya terjangkau, cukup bersaing dengan face wash merek lain
  • Non-perfumed dan pH balanced, penting banget untuk yang punya kulit sensitif
Cons:
  • Menurutku untuk produk yang bertitel 'Ultimate Moisturizing' kok rasanya biasa aja ya. Tidak se-moisturizing itu.
Hada Labo Gokujyun Ultimate Moisturizing Lotion, aku beli seharga 26.500IDR dengan volume netto 100ml. Di belakangnya tertulis produk ini mengandung 3 tipe hyaluronic acid yaitu AcHA, hyaluronic acid biasa, dan nano-sized hyaluronic acid. Cara pemakaiannya dituang di telapak tangan, diusapkan ke muka, trus muka di tepuk-tepuk (kalo gak mau bilang digampar-gampar, haha) dan biarkan lotionnya meresap. Pertama kali liat lotionnya rada ga meyakinkan gitu, kaya encer-encer berlendir, wakakaka... Tapi setelah dipakai sesuai aturan, beneran loh bikin kulit muka kenyal dan lembab! Gak ada lagi tuh dry patch di pipi kalo habis dari ruangan AC lama. Jadi sekarang aku pake produk ini sebelum riasan.






Pros:
  • Harganya terjangkau apalagi setelah resmi masuk indonesia
  • Non-perfumed dan pH balanced
  • Nggak bikin muka berminyaaak, tapi kulit jadi terasa kenyaal.. Aku suka bangeet!
Cons:
  • Apa yaa.. hmm, mungkin kalo boleh saran, kalo bisaaa ini produk dijual dimana-mana doong! Jangan cuma di toko kosmetik aja. Soalnya peminatnya buanyak..
  • Ini fungsi lotionnya cuma moisturizer aja, bukan all in one product. Jadi kalo buat skincare sehari-hari perlu tambahan. Misal yang perlu SPF, anti aging, dan lain-lain.
Oke kesimpulannya apakah akan repurchase? Kalo yang face wash gak lah ya.. Tapi yang lotion kayanya bakalan beli lagi nih kalo abis. Sekarang aja suamiku aku suruh pake kalo mukanya lagi kering. Ayo doong, Rohto jangan cuma dikenal karena tetes matanya, tapi terkenal dengan Hada Labo-nya jugaaa..

Sekian review dari aku, semoga membantu teman-teman yaa. Selamat hunting Hada Labo!

Regards,
Wida

Sabtu, 06 Oktober 2012

Masa Kejayaan di Waktu Kecil

Halo.. Aku Yaya.. Membaca artikel mbak Wida yang judulnya ‘Berdua’, bikin aku cekikikan dan tergoda untuk nulis juga..
Yep, just like my sister said, we’re having so much fun together.., didn’t think about anything else besides playing ;D. Entah karena perbedaan umur kita hanya 3 tahun, tapi aku yakin ini semua berawal dari didikan orang tua kita yang selalu mengedepankan kerukunan (hidup rukun!).
Sembilan tahun tinggal bareng di Pekanbaru, sukses membuat kita bisa mengalami masa-masa ‘kejayaan’. Kenapa dibilang masa ‘kejayaan’? hehe.. Karena waktu itu, aku merasa semua hal yang kita lakukan bareng, pasti terasa sangat menyenangkan. Dimulai dari berangkat sekolah bareng. Setiap pukul 06.30, aku sama mbak Wida, lengkap dengan seragam sekolah masing-masing, sepatu hitam ‘Spotec’, tas ransel, dan tidak lupa botol minumnya; setia menunggu mobil antar-jemput menuju sekolah. Sembari menunggu mobil antar-jemput, kita selalu bertemu dengan anjing tetangga yang ramah banget (hehe, soalnya wajah anjingnya selalu tampak tersenyum), namanya Decky. Aku dan mbak Wida termasuk anak yang nggak neko-neko di sekolahan, yah, sekali-dua kali pernah lah, lupa bikin PR.. hihi..
                                        Setia menunggu mobil antar-jemput di depan rumah :D
                                    

Kegiatan favorit kita berikutnya adalah setelah pulang sekolah =D.. Jenis apapun kerjaannya udah pernah kita lakuin, mulai dari leha-leha di sofa sambil nonton MTV (dulu kita anak nongkrong MTV sejati bo’..), main-main di halaman rumah (main sama ayam atau kelinci, atau bahkan cuma sekedar lari-larian tanpa tujuan), dan bikin game seru.. xD. Salah satu game yang pernah kita ciptakan bareng adalah ‘tebak sushi’. Sushi versi kita terbuat dari potongan melintang cumi-cumi yang diisi nasi. Peraturannya adalah, salah satu dari kita/’korban’ harus tutup mata dan rela memakan sushi yang dibuat sama sang ‘eksekutor’. Wah, rupanya mbak Wida tega banget ngasih aku sushi yang isinya sambel super pedesss (gila, udah pedes, banyak pula). Yaudah, akhirnya aku membalas mbak Wida dengan membuat sushi ‘super gurih’ alias sushi + ajinomoto sesendok teh =D.. Hahaha..


                                         Play time.. kekekeke..

                                         Peluuuk..


Kita senang sekali menggambar. Kita menganggap bahwa menggambar itu adalah ritual yang khidmat dan serius (selain serius belajar). Lucunya, kalo kita lagi nggambar bareng, kita ga boleh saling liat gambarnya sebelum gambar selesai.. Hahaha.. Wah, kecil-kecil ternyata sudah menghargai hak paten berkarya ya.. Modal menggambar simpel saja, notebook gratisan dari bapak di kantor, pensil, dan penghapus. Kalau gambar sudah jadi, ya kita nikmati dengan memandanginya saja.. J
Hemm.. Sebenarnya masih banyak lagi cerita-cerita lucu dan gila lainnya.. Tapi nanti akan kita sambung lagi ya.. Semoga kalian yang membaca cerita kami terhibur =) Have a nice weekend everybody.. Luv U as always (numpang pake kalimatnya ya om Mario Teguh.. hehehehe).

                                                                                                                                                Salam,
                                                                                                                                                 Yaya

Kamis, 04 Oktober 2012

Nostalgia Melankolis

Posting berikut bakalan sedikit lebih mellow dari biasanya. Bear with me!

Depot Cak Koting, Toko Mutiara, jembatan layang Lempuyangan, foto kopi Minolta.. Gambar-gambar tersebut berlintasan di kepalaku. Rute rumah eyang-kampus sudah jadi rutinitas tiap hari. Ahh, Jogja.. Betapa aku sangat rindu padamu. Aku juga tidak tahu mengapa kharisma sebuah kota bisa membuatku se-mengharu-biru ini. Konyol, pikirku..

Semua di mulai ketika aku dilahirkan, di kota itu, di rumah sakit dekat bundaran UGM. Tentu aku sudah lupa saat itu. Yang kuingat adalah kehangatan rumah eyang putri dan eyang kakung. Yang kuingat adalah aroma kayu bakar yang sering beliau pakai untuk menghangatkan air mandiku. Iya, walaupun eyang punya kompor, tapi untuk memasak air mandi eyang pakai tungku kayu bakar. Aku tidak tahu mengapa, tapi itulah yang selalu beliau lakukan. Tungku itu terletak di belakang dekat kandang ayam, dibangun dari tumpukan batu bata merah. Pancinya besar sekali, mungkin diameternya sekitar 70-an senti, warnanya hitam karena sudah kena jelaga. Lalu ada si gayung warna hijau yang gagangnya disampung dengan pipa paralon sehingga panjang, pas untuk menciduk air panas.

Aku selalu ingat saat eyang kakung meracik lintingan rokok miliknya. Kadang pakai kertas rokok putih, kertas rokok coklat, bahkan beberapa kali pakai pembungkus daun tembakau. Di atas sebuah kertas\beliau menyusun sejumput tembakau, potongan cengkeh, dan entah bahan apa lagi yang beliau iris-iris lalu ditaburkan di atasnya. Aku selalu menanti saat itu, saat dimana eyang melinting rokok kemudian memotong ujungnya sedikit untuk disulut. Dan kepulan asap itu keluar dari mulutnya, yang kadang ia bentuk lingkaran untuk menghiburku. Aku pun tertawa, mencoba menangkap lingkaran tadi.

Aku selalu ingat saat pamanku mengajak berkeliling Pasar Ngasem. Kadang alasannya mau beli ikan, kadang lihat-lihat kelinci, pernah juga beli kura-kura. Iya, si om pencinta binatang. Bau pasar itu tidak seperti bau pasar lain, baunya bau dedak dan pelet, panganan hewan. Di kanan dan kiri jalan penuh gantungan sangkar burung. Suara siul burung pun sahut menyahut. Kadang bisa lihat pertunjukan gratis adu ayam. Sehabis itu biasanya om akan mengajak keliling keraton, ke Tamansari atau benteng Vredeburg. Kata om, dulu tempat ini adalah tempat raja-raja.

Gambar diambil di sini

Masih teringat SD-ku kala itu, Taman Muda Taman Siswa. Ya, sekolahnya Ki Hadjar Dewantara. Dengan pendopo besar di depan, setiap kali pelajaran seni tari kami selalu berlarian di atasnya. Sambil menyanyikan tembang dolanan, sementara Ni Duryati--begitu kami memanggilnya, menyelaraskan tempo. Yo pro konco dolanan nang njobo, padang bulan padange kaya rino.. Rembulane ne.. sing awe-awe, ngelingake ojo podho turu sore... Semboyan sekolah kami seolah terpatri di dalam hatiku, terngiang sampai ke tanah perantauan.
Ing ngarso sung tulodho
Ing madya mangun karso
Tut wuri handayani
Begitu membekas peristiwa-peristiwa itu sampai tergetar rasa hati ingin kembali. Tak sabar rasa menanti bulan November. Jogjakarta aku kembali.


Regards,
Wida


Selasa, 02 Oktober 2012

Berdua

Kita dilahirkan dua bersaudara saja, iya cuma berdua. Kalau orang dulu bilang banyak anak banyak rejeki, kita sangat bersyukur dilahirkan berdua dan alhamdulillah banyak rejeki juga. Apalagi sama-sama cewe, jadi semua diceritain. Dari mulai pelajaran sekolah, cowo, sampai ke yang gak penting segala. Nah, kemarin pas pulang ke rumah orang tua bongkar-bongkar album lama. Trus aku cekikikan sendiri liat tingkah kita dulu.

Kalo diinget-inget tu ya, kita dulu careless banget. Kerjaannya cuma maiiiin aja, palingan ngerjain PR kalo malam. Trus dulu kita pernah ya les Yamaha electone. Gurunya privatan lagi datang ke rumah. Pas waktu itu gurunya datang telat. Trus jahatnya kita, kita berkhayal tu guru les kenapa ya telat? Dari mulai skenario sederhana, "mungkin Vespanya gembos!" sampai skenario "Vespanya nyemplung ke got!" atau "Vespanya kejungkel trus nangkring di atap rumah orang!" Hahahaha, kaco banget dah..

Trus pernah lagi waktu itu ceritanya udah bosen les electone, ganti les gitar klasik. Dasarnya adekku jagoan, dia gampang banget nangkap pelajarannya. Aku yang jarinya bantet-bantet gini, nekan kunci aja bunyinya ngeredam, hahaha.. Tapi lucu juga, tadi pagi Dek Yaya nge-twit kalo dia denger lagu Menangis Semalam-nya Audy. Jadi ingat dulu belajar lagu itu akustikan. Lucunya, dari sekian macam les-les yang kita ikutin, ga ada yang nyantel di kepalaku sampe sekarang. Seriously, sebenernya aku sama adekku itu artsy sekali kalau soal coret mencoret (lain kali diupload hasil coretan kita yah). Tapi sayangnya waktu itu les melukis atau manga drawing belum populer.

Oke, berikut foto yang kemarin ketemu itu..

chibi-chibiii!

Hahaha, imut-imut sekalee yaa... Pas aku pasang di display pic bbm, komentar temenku "Kaya chibi-chibi ya, dok!" wakakaka!! Jadi itu ceritanya kita pas lagi ababil-ababilnya. Trus di Pekanbaru baru buka studio foto yang happening banget (Malibuuu! silakan ketawa yang anak Pku). Nah karena kita pengen eksis, maka kita ikutan foto di situ. Ini yang di upload dipilih gayanya yang terlalu alay, sebenernya masih banyak yang lain.

Trus ini ada satu lagi foto..

Bromo, 2000
Kalo yang ini lagi liburan keluarga ke Bromo. Seneng banget karena waktu itu sepupu-sepupu pada ikut. Jadinya rameee... Nggitar-nggitar di Losari Inn, naik kuda di padang pasir Tengger, trus liat sunrise di gardu penanjakan.  Walaupun aku waktu itu asmanya kambuh dan harus bawa nebulizer kemana-mana, tapi tetep enjoy. Wow, we're sso blessed! Sekarang setelah gede jadi pengen ke sana lagi. Bawa extended family jelas biar tambah rame.

Setelah diliat-liat lagi, kita sangat beruntung dilahirkan berdua dengan selisih umur 3 tahun. Bisa nyambung kalo ngobrol. Thanks bapak dan ibu sudah merawat kita sampai kita sebesar iniii... *woy dek, nulis doooong!! Masa aku teruuus!*


Regards,
Wida