Tampilkan postingan dengan label personal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label personal. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Mei 2014

I'm Back

Soooo sorry for the long hiatus.. Alhamdulillah April kemarin sudah lahiran, normal lagi seperti anak pertama, dan alhamdulillah juga lahirnya perempuan lagi.. Hehe, abahnya paling ganteng deh sedunia!

Anyway, sharing sedikit pengalaman hamil kedua ya. Jujur aja setelah lahiran anak pertama, utang kelebihan berat badanku masih banyak (15kg bo!) jadi pas hamil kedua aku diwanti-wanti sama DSOG untuk membatasi kenaikan berat badan maksimal hanya 10 kg saja. Aku juga jadi lebih aware tentang apa yang kumakan, ditambah lagi si kakak yang sekarang aktif banget. Bayangkan ngejar-ngejar kakak dengan perut gede sambil naik turun tangga. Alhamdulillah nggak ada masalah yang serius sih dan akhirnya target maksimal 10 kg itu terpenuhi.

Untuk tanggal kelahiran, yang kedua ini maju sekitar 5 harian. Dengan proses persalinan yang terbilang cepat, alhamdulillah.. Jam 20.00 terasa kenceng-kenceng tapi masih bisa santai jadi ngelonin kakak dulu buat tidur. Jam 22.00 kebangun kok kenceng-kencengnya semakin kuat trus lapor abah bilang kalo makin kuat minta diantar ke RS. Jam 00.00 kencengnya tambah kuat lagi dan akhirnya ke RS. Daaaannn.. jam 01.30 cepruuttt lahirlah itu si bayiii.. Lebih enak yang ini sih dibanding yang pertama karena lahiran pertama dulu pakai infus induksi.

Post partum juga udah nggak baby blues lagi, ASI jadinya cepet keluar. Malah hari-hari pertama di rumah excess ASI kalo di pompa bisa 200cc. Anaknya minum masih dikit, emaknya kenceng terus teteknyaaa..
Truuuss, yang paling ngebantu mood itu pas masa nifas jadi sering gonta-ganti kuteks karena nggak sholat. Padahal kan jariku bujel-bujel yak, nggak bagus samsek kukunya. Tapi rewarding banget liat kuku warna-warni. Berikut beberapa diantaranya.



Kuteks yang kupegang:
Kiri-atas: Wet n Wild Private Viewing
Kanan-atas: Ruby Wing Strawberry Shortcake
Kiri-bawah: O.P.I. Danke
Kanan-bawah: O.P.I. Women's Prague-ative

Lucu yaaa.. Dari awal masih belepotan olesin kuteksnya, sampe akhirnya kelihatan rapih dan mengkilat. Tapi memang kuteksnya jadi nggak tahan lama orang setiap 2 jam cuci tangan karena ganti popok mulu. Dua hari udang ngeletek aja tu kuteks padahal sudah pake top coat sekelas Seche Vite.

Sooo glad i'm back! Beberapa posting FOTD menanti.. TTFN!

Selasa, 01 Oktober 2013

Hamil dan Lagu Menye-menye

Hollaaaaa... Pertama-tama aku pengen minta maaf karena sekarang aku nggak posting serajin dulu lagi. Hooo, lagi males dandan kalo nggak ke kantor. Sebenernya banyak produk baru sih yang mau dibahas tapi kok lagi males nulis juga. Truus, maafkan juga kalo posting akhir-akhir ini lebih banyak personalnya, bukan beauty stuff lagi.. Hahahah, lame excuse...

Sooo, entah posting kali ini karena terpengaruh hormon kehamilan atau apa.. Tapiii mendadak aku jadi pengen baca-baca tulisanku jaman kuliah. Sebenernya gara-gara diskusi di kantor sama Sarah yang bahas tentang tulisan kita jaman dulu. Jadi aku baca kembali lah tulisanku jaman kuliah itu. Daaan ternyataaaa, cerita fiksi jaman kuliah yang aku bikin sendiri itu mampu membuatku nangis termenye-menyeee.. Woooo, kok bisa ya? Apa waktu itu aku bikinnya pas lagi patah hati? Kalo dipikir-pikir lagi enggak juga loh, karena jaman kuliah itu aku masih jadi kejaran banyak kumbang-kumbang *huahahahahaha, tawa licik*

Trus kan, setelah sesenggukan (halah!) baca itu.. Tengiang-ngiang kembali lah 2 lagu jadul berikut ini, dua-duanya dari band asal Australia, Silverchair. Ayoo siapa yang waktu abege-nya ngefans sama Silverchair?? Aku nggak terlalu sih, tapi untuk 2 lagu di bawah ini, aku ancungin jempoool!!

1. The Greatest View by Silver chair

You're the analyst
The fungus in my milk
When you want no one
And you've got someone 

Through the wind you crawl
And laugh at burning dunes
When no one else will ever see

Now that you know why you feel like you do
Their turning their head
Whilst they wait for no one
And finally i know 
Why you feel like letting go

Im watching you watch over me
and i've got the greatest view from here
im watching you watch over me
and i've got the greatest view from here
(lanjutannya cari sendiri yaaa..)

Ini dari kemarin nggak bisa insert youtube video gimana sih!!? Yasudah, link video klipnya di sini


2. Miss You Love by Silverchair

Millionaire say
Got a big shot deal
And thrown it all away but
But I'm not too sure 
How I'm supposed to feel
Or what I'm supposed to say
But I'm not, not sure,
Not too sure how it feels
To handle every day
And I miss you love

Make room for the prey
'Cause I'm coming in
With what I wanna say but
It's gonna hurt
And I love the pain
A breeding ground for hate but...

I'm not, not sure, 
Not too sure how it feels
To handle everyday
Like the one that just past
In the crowds of all the people

Remember today
I've no respect for you
And I miss you love
And I miss use love

I love the way you love
But I hate the way
I'm supposed to love you back

Nah yang ini juga, dari kemarin masukin video youtube nggak bisa-bisa. Ada yang tau kenapa? Link video klipnya di sini

Aku taunya kalo yang lagu Miss You Love itu sebenernya tentang perasaannya Daniel Johns pas lagi depresi gitu trus dia jadi susah berhubungan dengan orang selain keluarga. Jadi kayanya sebenernya Miss You Love itu bukan entirely love song, lebih ke angry song kayanya yah.. Nah, tapi untuk yang The Greatest View ini aku nggak tau. Ada die hard fans-nya Silverchair nggak yang bisa kasih tau The Greatest View itu background lagunya tentang apa?

Trus, gara-gara ngobrol sama Rani, dia nyuruh aku aktif lagi nggambar.. Jadi aku mencoba menemukan kembali hobi lama, yaituuu sketching! Jadilah beberapa gambar di bawah ini. Karena udah kaku nggak pernah nyoba nggambar lagi, coretannya jadi kasaaar banget, trus proporsinya masih dikira-kira.. Ini ceritanya moodnya lagi bermenye-menye gini...



Heeee, lumayan.. Walaupun kasar ternyata masih bisa sketching juga. Lain kali niat ahh beli pensil khusus berbagai macam grade..

Regards,
Wida




Jumat, 23 Agustus 2013

Catching Up..

Whoaa... sudah lama sekali nggak nulis blog! Kemarin memang disibukkan kegiatan ibadah dan silaturahmi keluarga. By the way, bagi yang merayakan..

Selamat Idul Fitri 1434 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin

Semoga kalian menikmati cuti bersama, kumpul keluarga, dan bagi yang masih belum berkeluarga semoga pada panen salam tempel!!! 

Anyway, cerita sedikit tentang Ramadhan dan Idul Fitri kemarin... Kalo kita para cewe-cewe biasanya agak deg-degan ya ngitung kapan nih mens-nya bulan Ramadhan. Kalo awal Ramadhan mens, alamat nanti terancam nggak sholat Ied nih. Aku sendiri kemarin kejadiannya lucu, pas awal Ramadhan sempet ngeflek sehari!! Anoyying banget nggak sih, padahal itu bukan jadwal mens-ku. And then aku berkhayal lah... Pengennya ini sejenis implantation bleeding karena aku sama suami memang berencana untuk punya momongan lagi. Tapi aku nggak berharap banyak karena ini toh puasa, bikin anakknya agak terbatas waktu-waktunya *ahiiyyy*..

And soo, I waited for my next period.. sampe akhir puasa kok nggak muncul lagi... Mulailah aku itung, udah telat 1 minggu. Pas sebelum mudik ke Jogja, waktu di rumah orang tuaku aku belilah test pack.. Dan hasilnyaaa...



Alhamdulillah, ini Ramadhan membawa berkah namanyaaa... Etapi kalo dihitung sebenernya bikinnya sebelum Ramadhan sih. Trus pulang dari Jogja aku langsung ke DSOG-ku, menurut itungannya aku dinyatakan hamil 6 minggu. Waktu di USG sudah ada fetal herat beat juga. Hooo, terharuuu.. So yeah. that's why.. I've been dealing with morning sickness and all that stuff lately. Doakan aku yaaa, semoga hamil yang ini lancar, bisa lahiran normal juga kaya waktu Kinan dulu...

Sekian kabar-kabari dariku.. Have a good day friends!! *ngetiksambilngemilrujak*

Regards,
Wida



Kamis, 07 Maret 2013

Mutasi SIM

Hmm, kalo anak sudah tidur itu banyak sekali yang bisa dilakukan.. Heheh, termasuk posting blog. Karena sebulan yang lalu aku menyerah melanjutkan posting tentang mutasi kendaraan (sebenernya udah beres sih, tapi pas mutasi masuk ternyata lebih ribet), sekarang giliran mutasi SIM.

Sejak membina keluarga kecil di Tangerang, aku tuh punya 2 pe-er. Yang pertama mutasi kendaraan ibuku, yang kedua mutasi SIM. SIM ku yang lama buat di Bantul pas kuliah, trus masa berlakunya habis tahun kemarin. Kalau sesuai peraturannya, masih ada dispensasi 1 tahun untuk perpanjang. Jadi pas kemarin ke Jogja aku sekalian ke Polres Bantul untuk cabut berkas SIM dan minta surat mutasi. Di Bantulnya surat jadi setelah 2 hari. Tapi karena udah duluan pulang, surat itu dititipin ke ibuku. Oke, berkas di tangan, tinggal masukin ke Tangerang!

Sebelumnya suami sudah punya pengalaman mutasi SIM di Tangerang, jadi aku tinggal tanya-tanya aja sama Ari. Polres Tangerang sendiri letaknya di Daan Mogot, dekat sungai gitu (gak tau namanya apa, haha). Pertama kali masuk disambut sama bapak pemandu samsat yang narsis ini...

bapak yang kanan itu banci tampil beraat, bolak-balik minta difoto lagi..
Aku nunjukin berkas dari Polres asal trus sama paknya disuruh lengkapin fotokopi KTP 5 lembar dan surat keterangan sehat. Ajaibnya untuk surat sehat disuruh bayar 20ribu saja trus petugasnya nulis-nulis di kertas ijo dan 'taraaaa' jadilah surat sehat tanpa periksa apa-apa. Hahahaha, beda banget sama di tempat kerja.

loket tempat bayar asuransi
Setelah semua berkas lengkap aku ke loket bayar 30ribu untuk asuransi. Oya, kalau mau liat biaya resmi pembuatan SIM yang sesuai PP ada di sini..


Selanjutnya setelah bayar asuransi, aku disuruh ke loket 4 untuk pendaftaran SIM baru. Aku serahin lah berkas yang dari Jogja dan semua persyaratannya dan dikenakan biaya 120ribu sesuai yang tertera di atas (bukannya harusnya kena tarif perpanjang aja ya? *nawar*). Lucunya sebelum aku ada bapak-bapak gitu pengen mutasi SIM sama kaya aku tapi nggak bawa berkas dari polres yang lama. Jadi dia dijelasin panjang lebar prosedurnya sama pak petugas. Trus begitu aku masuk nyerahin berkas, "Tuh paaak, harusnya kayak ibu ini.." sambil ngeliatin berkas yang aku bawa *geerberaaatt*snob*.

Ini loket pendaftaran SIM, loket 4
Nah selesai itu aku langsung disuruh nunggu giliran foto. Lah udah dong berarti? Cepet juga yaak? Tapi ngantri fotonya sejam sodara-sodaraaa.. Jadi kutinggal makan dulu di warung-warung pecel yang ada di dalam kompleks polres. Begitu selesai makan, nggak lama dipanggil deh.. Langsung siap-siap dandan.. Waktu di dalam setelah difoto aku minta liat hasil jepretannya..

Wida: "Liat, Pak.."
Petugas: "Ini bu dokter.."
Wida: "wah lumayan..."
Petugas:"iya doong, daripada lu-manyun" *traktraktrakdungdesss,garingpaaakkk*

Nunggu SIM nya nggak lama kok, sekitar 15 menitan udah jadi. Trus kita dipanggil lagi untuk ambil SIM yang sudah diprint.

Semoga tulisan ini membantu bagi teman-teman yang ingin mengurus mutasi SIM. Ayo kita budayakan mengurus birokrasi sendiri, walopun harus menyisihkan waktu.

Regards,
Wida

Rabu, 20 Februari 2013

Microdiscectomy

Disclaimer: Untuk alasan privasi, nama dokter dan nama rumah sakit tidak akan kami sebutkan. Jika ada yang ingin mengetahui lebih lanjut, dipersilakan kontak langsung.

Selasa lalu Ari akhirnya memutuskan untuk operasi untuk mengatasi HNP nya. Kalau yang belum tau apa itu penyakit HNP baca di sini. Jujur aja awalnya aku nggak nyangka dia bisa bilang 'oke' untuk sebuah surgery, but he did it! And i'm so proud of him that he did. Soalnya ini udah mentok tok tok, sudah 3 tahun lebih dia mengalami sakit panggul yang kambuh-kambuhan. Bahkan yang terakhir dia sampai bilang ke aku, "Aku nggak mau tidur. Kalo tidur soalnya sakit banget, nightmare buat aku.." Dan dia jarang tidur malam. Sekarang dia milih dokternya sendiri berdasarkan rekomendasi dari salah satu teman yang pernah operasi sama dokter itu juga dengan kasus yang sama. Temennya itu operasi tahun 2001 sampai sekarang alhamdulillah sehat-sehat aja.

Beberapa saat setelah Ari masuk operating theater, dokternya manggil "Keluarganya pak Ari?" Kita semuanya langsung berdiri. "Nanti masuk ya, nonton operasinya lewat monitor.." Aseeekk...

Jadi nama operasinya microdiscectomy. Basically microdiscectomy itu adalah suatu prosedur me-release suatu penekanan saraf akibat penonjolan diskus, atau disebut juga suatu prosedur dekompresi. Kurang lebih ilustrasinya begini..

Gambar diambil dari sini
Jadi dibuat lubang kecil di tulang belakangnya untuk mengambil menonjolan discus yang menekan saraf tadi. Nah, ternyata tindakannya nggak sampai di situ aja. Dokternya juga ngasih interspinous device yang kurang lebih fungsinya mengganjal sendi antartulang belakang itu. Bentuknya setelah dipasang kaya gini..

untuk lihat full range of motionnya di sini
Kita ngeliat pas dipasang implantnya itu, tulang belakang Ari didongkrak dikit. Kata dokternya celah sendinya menyempit. Weeww, kayanya Ari tambah tinggi beberapa milimeter. Dan setelah semua terpasang, baru ditutup kembali lapis demi lapis. Serunya pas liat monitor, kita semua pada nebak-nebak mana yang atas-bawah, dan kiri-kanan.

Waktu di recovery room aku dipanggil, dan Ari keliatan menggigil kedinginan. Kasian liatnya, apalagi sampai balik ke kamar juga masih menggigil. Jadi AC dimatiin dan selimutnya didobel plus dimasukin botol air anget di bawah selimut. Sayangnya aku nggak bisa cuti kerja, jadi siang mesti masuk kantor.. *nangisgerung-gerungdalamhati*

Trus yg bikin aku tambah sedih, sorenya ada pasien aneh.. Pasien ini keluhannya perut nyeri, sebelumnya mencret, jadi tinggal kembung-kembungnya doang. Dia curhaaattt lamaa banget, cerita di UGD sebelumnya dia dapet obat ini-itu trus dia minum semua malah perutnya nggak enak. Trus dia complain kenapa pasien sebelum dia lama banget (pasien psikosomatis yang nggak curhatnya lamaaa juga). Trus aku cerita sekilas "Suami saya baru dioperasi bu, tadi saya tinggal masih teler dan menggigil.. " eh tau nggak pasiennya bilang apaaa???

"Ooh, kepikiran ya dok.. Tapi dokter jangan salah diagnosa saya ya!" nggak ada empatinya samsek..

HHHUANNJE***NG, jedokin kepala ke tembooookk.. ehm, pardon my french.. Emang yah, di saat keluarga kita ada yg sakit, kita dituntut untuk lebih mementingkan orang lain. Mau nangis rasanya, tapi aku tahan. Aku jadi ngerti kenapa dokter-dokter senior pada banyak yang cuek bebek dan  nggak peka. Mereka sudah terlalu sering digituin pasien. Jadi maafkanlah kami kalau ada yang keliatan nggak peka, pengalaman seperti inilah yang membentuk kami.

Regards,
Wida