Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Februari 2013

Ce Wei

Januari lalu teman kita tercinta, Flo, resign dari kantor. Well, sebenernya resignnya sudah sejak Desember tapi farewellnya baru sempet Januari kemarin. Flo resign dari kantor karena harus ikut suaminya tugas ke Singapore. Sebagai istri yang baik dan sedang TTC (trying to conceive), maka dia nyusul suaminya ke Singapore.

Trus, kemarin kita dadakan farewell-nya. Mikir-mikir cari tempat di mana yang enak buat makan, kita memutuskan ke Teras Kota karena pengen nyobain makan di Ce Wei. Oya, pas kita masuk Ce Wei ini, di depannya udah ada tulisannya No Pork No Lard, tapi biar safe tetep kita tanyain ke masnya kalo di sini halal nggak. Dan masnya menjawab kalo yang di Teras Kota ini halal (aku baru tau di websitenya kalau sebenernya mereka spesialis pork BBQ juga). Tempatnya kayak begini..

Rani dan Flo

Banyak lampionnya


Buat appetizer kita milih dimsum karena pas ada promo 30% off all dimsum. Kita pesen hakau isi udang (17.800IDR), mantau goreng (11.800IDR), pangsit udang mayo (16.800IDR), gyoza (26.800IDR), sama siomay jamur (16.800IDR). Dimsumnya lengkap dihidangkan sama saos sambel. Out of all kita paling suka si Gyoza ini, rasanya lengkap, ada ayam, jamur, sama sayurnya. Yang lain enak juga kok, aku sendiri suka dimsum karena ada aroma-aroma sesame oil-nya yang bikin wangi dan menggugah selera.

Hakau, gyoza, sama pangsit udang mayo


Siomay udang sama mantau goreng

Untuk main course nya kita pesen roasted duck (kita pesen setengah, 118.800IDR), broccoli saus tiram (46.800IDR), sama udang kungpao (65.800IDR), dan tentu saja nasinya kita pesen nasi hainam (7.800IDR each). Yang paling stand out si roasted duck-nya yaaa, yang menurut kita jauuuuh lebih enak daripada Oenpao. Kulit bebeknya kering dan crispy tapi dagingnya masih moist dan juicy, lengkap dengan sausnya (ada yang bisa ngasih tau cara bikin sausnya gimana??). Broccoli-nya kita mesen buat formalitas, makan kan harus ada sayurnya, wakakaka.. Tapi rasanya not bad kok. Udang kungpaonya juga nggak terlalu spesial, not that memorable.

that yummy roasted duck!!

udang kungpao

broccoli saus tiram

Minumannya nggak usah dibahas lah ya, lha wong kita cuma pesen teh tarik (17.800IDR) aja. Semuanya sama lagi pesennya. Service charge kena 5.5% dan pajak 10%, yak itung sendiri. Overall resto ini not bad laahh.. Mau ke sini lagi nggak? Iya, kalo awal bulan. Tapi kalo untuk jadi tempat hangout rutin tiap lunch, enggak deh, bisa boke.. Hahaha...

Anyway, thanks Flo buat traktirannya!! Jadi ceritanya karena Flo mau ke Singapore, kita pada ngeracunin dia untuk mulai berbisnis jualan kosmetik. Secara di sana ada Sephora gitu! Si Flo mah datar-datar aja, malah kitanya yang excited gitu. Selamat pindahan ceu Flory!! Semoga kamu betah di sana.. Jangan lupa rencana bisnis kita!

Ada yang liat pompa ASI??

Rani, Flory, Sarah


Regards,
Wida
*alamat Ce Wei-nya nanti kutambahin yaa..

Rabu, 26 Desember 2012

Denanta Kitchen

Disclaimer: i'm not that foodie nor anywhere near a food blogger. Tapi aku berusaha yang terbaik dan mulai belajar untuk bertindak-tanduk seperti Sasa yang suka mereview resto/hangout place di Jakarta, wekekeke.

Hari Selasa kemarin kita mengisi libur Natal dengan bersilaturrahmi ke rumah saudara. Memang sudah rencana sih karena sepupuku ultah dan sebelumnya ngundang tapi kita nggak bisa datang. Akhirnya dipilih lah tanggal merah kemarin untuk sowan ke sepupuku itu. Alhamdulillah pas kita ke sana, semua keluarga sedang lengkap kap kap.. Kinan juga cheerful banget pas diajakin walaupun lagi pilek.

Nah, yang spesial dari kunjungan itu adalah si mas sepupuku ini punya resto di bilangan Polim, Denanta Kitchen. Mengemban spesialisasi iga dan grill, restoran ini suasananya menurutku kaya country style kitchen yang dindingnya gak di plester, jadi bata-batanya keliatan gitu.



Sebenernya aku pengen pesen iga atau grill nya Denanta yang mereka unggulkan, tapi karena bawa Kinan jadi pesennya yang sekalian bisa dimakan berdua aja. Minum aku sama Ari pesen yang standar, air putih sama orange juice. Appetizer aku pesen  Mushroom Cream Soup (35IDR), dihidangkan dengan cipratan (apa ya bahasa Indonesianya drizzle?) cream sama EVOO. Itung-itung Kinan bisa makan sekalian gigit-gigit garlic breadnya. Pas datang aku celupin itu roti ke soupnya trus dikasi ke Kinan, eh, dia bilang "enyak enyak.." sampe angguk-angguk trus diketawain om waitress-nya. Akhirnya dia gerogotin itu roti sampai akhirnya kita minta 1 garlic bread lagi. Kalo buatku, I have weak spot for mushroom, jadi aku sukaak.

Mushroom Cream Soup
Main-nya aku akhirnya pesen Salmon Teriyaki (89IDR) supaya bisa dimakan berdua sama Kinan dan Ari pesen Lamb Chop (110IDR) atas saran budhe. Salmon teriyakinya lengkap dengan nasi dan side dish sauted mushroom sama salad-nya. Perpaduan manis gurihnya saus teriyaki sama segernya salad oke banget, portion wise cukup mengenyangkan buat aku. Sayang Kinan ngelepeh salmonnya pas disuapin.

Salmon Teriyaki
Lamb chopnya dihidangkan dengan side dish french fries dan sayur. Saus ijonya itu enak asem-asem seger gitu, kayanya ada lemonnya. Dagingnya sendiri lumayan empuk dan berbumbu.

Lamb Chop
Untuk dessert aku pesen Apple Crumble (29IDR) dan sepupuku yang satu lagi pesen Carrot Cake (29IDR) yang sayangnya gak sempet difoto. Awalnya aku berharap apple crumble-nya bakalan kaya di resep-resep gitu yang pake taburan oats diatasnya, pas datang ternyata bentuknya lebih ke apple pie ya dengan pie shell di bawahnya dan crumble-nya juga ternyata dari pie shellnya. Disajikan dengan es krim vanilla dan astor. Kemanisan rasanya menurutku. Kalo carrot cakenya, rasanya enak dan cukup moist tapi pengennya pake cream cheese frosting, hehehe...

Apple Crumble
Trus di detik-detik terakhir, budhe mesenin kita martabak denanta (gak tau harganya karena nyomot aje, haha). Dari penampakan keliatan martabaknya tebel ya, trus ada saus asem manisnya gitu. Pas dirasain, wuihhh, daging gilingnya generous banget dan juicy.. Ini beneran enak.

Martabak  Denanta

Pulang dari situ kenyang banget, masih ditambah special christmas compliment lagi. Tapi gak kumakan karena kekenyangan. Overall sukaa.. Cuma harusnya memang aku pesen yang grill-nya juga biar lebih puas. Oiya, kata mas ini menunya masih penyesuaian jadi masih menunggu respon pasar. Buat semua yang suka iga dan grilled food, boleh deh dateng ke Denanta Kitchen.

The owner (right) who has just loss loads of pounds and his brother (left)
Denanta Kitchen
Jl. Panglima Polim IX No. 18 - Kebayoran Baru
Ph. 021 720 1723
Jakarta, Indonesia


 Thanks mas!