Kamis, 04 Oktober 2012

Nostalgia Melankolis

Posting berikut bakalan sedikit lebih mellow dari biasanya. Bear with me!

Depot Cak Koting, Toko Mutiara, jembatan layang Lempuyangan, foto kopi Minolta.. Gambar-gambar tersebut berlintasan di kepalaku. Rute rumah eyang-kampus sudah jadi rutinitas tiap hari. Ahh, Jogja.. Betapa aku sangat rindu padamu. Aku juga tidak tahu mengapa kharisma sebuah kota bisa membuatku se-mengharu-biru ini. Konyol, pikirku..

Semua di mulai ketika aku dilahirkan, di kota itu, di rumah sakit dekat bundaran UGM. Tentu aku sudah lupa saat itu. Yang kuingat adalah kehangatan rumah eyang putri dan eyang kakung. Yang kuingat adalah aroma kayu bakar yang sering beliau pakai untuk menghangatkan air mandiku. Iya, walaupun eyang punya kompor, tapi untuk memasak air mandi eyang pakai tungku kayu bakar. Aku tidak tahu mengapa, tapi itulah yang selalu beliau lakukan. Tungku itu terletak di belakang dekat kandang ayam, dibangun dari tumpukan batu bata merah. Pancinya besar sekali, mungkin diameternya sekitar 70-an senti, warnanya hitam karena sudah kena jelaga. Lalu ada si gayung warna hijau yang gagangnya disampung dengan pipa paralon sehingga panjang, pas untuk menciduk air panas.

Aku selalu ingat saat eyang kakung meracik lintingan rokok miliknya. Kadang pakai kertas rokok putih, kertas rokok coklat, bahkan beberapa kali pakai pembungkus daun tembakau. Di atas sebuah kertas\beliau menyusun sejumput tembakau, potongan cengkeh, dan entah bahan apa lagi yang beliau iris-iris lalu ditaburkan di atasnya. Aku selalu menanti saat itu, saat dimana eyang melinting rokok kemudian memotong ujungnya sedikit untuk disulut. Dan kepulan asap itu keluar dari mulutnya, yang kadang ia bentuk lingkaran untuk menghiburku. Aku pun tertawa, mencoba menangkap lingkaran tadi.

Aku selalu ingat saat pamanku mengajak berkeliling Pasar Ngasem. Kadang alasannya mau beli ikan, kadang lihat-lihat kelinci, pernah juga beli kura-kura. Iya, si om pencinta binatang. Bau pasar itu tidak seperti bau pasar lain, baunya bau dedak dan pelet, panganan hewan. Di kanan dan kiri jalan penuh gantungan sangkar burung. Suara siul burung pun sahut menyahut. Kadang bisa lihat pertunjukan gratis adu ayam. Sehabis itu biasanya om akan mengajak keliling keraton, ke Tamansari atau benteng Vredeburg. Kata om, dulu tempat ini adalah tempat raja-raja.

Gambar diambil di sini

Masih teringat SD-ku kala itu, Taman Muda Taman Siswa. Ya, sekolahnya Ki Hadjar Dewantara. Dengan pendopo besar di depan, setiap kali pelajaran seni tari kami selalu berlarian di atasnya. Sambil menyanyikan tembang dolanan, sementara Ni Duryati--begitu kami memanggilnya, menyelaraskan tempo. Yo pro konco dolanan nang njobo, padang bulan padange kaya rino.. Rembulane ne.. sing awe-awe, ngelingake ojo podho turu sore... Semboyan sekolah kami seolah terpatri di dalam hatiku, terngiang sampai ke tanah perantauan.
Ing ngarso sung tulodho
Ing madya mangun karso
Tut wuri handayani
Begitu membekas peristiwa-peristiwa itu sampai tergetar rasa hati ingin kembali. Tak sabar rasa menanti bulan November. Jogjakarta aku kembali.


Regards,
Wida


Selasa, 02 Oktober 2012

Berdua

Kita dilahirkan dua bersaudara saja, iya cuma berdua. Kalau orang dulu bilang banyak anak banyak rejeki, kita sangat bersyukur dilahirkan berdua dan alhamdulillah banyak rejeki juga. Apalagi sama-sama cewe, jadi semua diceritain. Dari mulai pelajaran sekolah, cowo, sampai ke yang gak penting segala. Nah, kemarin pas pulang ke rumah orang tua bongkar-bongkar album lama. Trus aku cekikikan sendiri liat tingkah kita dulu.

Kalo diinget-inget tu ya, kita dulu careless banget. Kerjaannya cuma maiiiin aja, palingan ngerjain PR kalo malam. Trus dulu kita pernah ya les Yamaha electone. Gurunya privatan lagi datang ke rumah. Pas waktu itu gurunya datang telat. Trus jahatnya kita, kita berkhayal tu guru les kenapa ya telat? Dari mulai skenario sederhana, "mungkin Vespanya gembos!" sampai skenario "Vespanya nyemplung ke got!" atau "Vespanya kejungkel trus nangkring di atap rumah orang!" Hahahaha, kaco banget dah..

Trus pernah lagi waktu itu ceritanya udah bosen les electone, ganti les gitar klasik. Dasarnya adekku jagoan, dia gampang banget nangkap pelajarannya. Aku yang jarinya bantet-bantet gini, nekan kunci aja bunyinya ngeredam, hahaha.. Tapi lucu juga, tadi pagi Dek Yaya nge-twit kalo dia denger lagu Menangis Semalam-nya Audy. Jadi ingat dulu belajar lagu itu akustikan. Lucunya, dari sekian macam les-les yang kita ikutin, ga ada yang nyantel di kepalaku sampe sekarang. Seriously, sebenernya aku sama adekku itu artsy sekali kalau soal coret mencoret (lain kali diupload hasil coretan kita yah). Tapi sayangnya waktu itu les melukis atau manga drawing belum populer.

Oke, berikut foto yang kemarin ketemu itu..

chibi-chibiii!

Hahaha, imut-imut sekalee yaa... Pas aku pasang di display pic bbm, komentar temenku "Kaya chibi-chibi ya, dok!" wakakaka!! Jadi itu ceritanya kita pas lagi ababil-ababilnya. Trus di Pekanbaru baru buka studio foto yang happening banget (Malibuuu! silakan ketawa yang anak Pku). Nah karena kita pengen eksis, maka kita ikutan foto di situ. Ini yang di upload dipilih gayanya yang terlalu alay, sebenernya masih banyak yang lain.

Trus ini ada satu lagi foto..

Bromo, 2000
Kalo yang ini lagi liburan keluarga ke Bromo. Seneng banget karena waktu itu sepupu-sepupu pada ikut. Jadinya rameee... Nggitar-nggitar di Losari Inn, naik kuda di padang pasir Tengger, trus liat sunrise di gardu penanjakan.  Walaupun aku waktu itu asmanya kambuh dan harus bawa nebulizer kemana-mana, tapi tetep enjoy. Wow, we're sso blessed! Sekarang setelah gede jadi pengen ke sana lagi. Bawa extended family jelas biar tambah rame.

Setelah diliat-liat lagi, kita sangat beruntung dilahirkan berdua dengan selisih umur 3 tahun. Bisa nyambung kalo ngobrol. Thanks bapak dan ibu sudah merawat kita sampai kita sebesar iniii... *woy dek, nulis doooong!! Masa aku teruuus!*


Regards,
Wida

Selasa, 25 September 2012

Pengalaman Menyusui

Sampai saat ini, kalau dihitung, aku udah nyusuin selama 13 bulan dan 25 hari. Memang sih ini tekadku sejak hamil, pengen nyusuin dan insya Allah sampai 2 tahun. Sejak hamil aku sudah banyak baca-baca tentang breast feeding dan kebetulan teman kantor ada yang konselor laktasi. Jadi lumayan lah supportnya.

Kenapa aku ngotot nyusuin?? Oke, ini flash back ke waktu-waktu aku masih di bangku SD. Waktu kecil aku tuh alergiaaannn bangeet. You name it lah! Awalnya gatel-gatel di siku, trus lama-lama ada asma segala. Pas gede asmanya bukannya berkurang malah nambah yang namanya rhinnitis alergika, itu pilek yang bersin-bersin tiap pagi (terakhir pas kuliah aku tau ini namanya allergic march, kita bahas kapan-kapan). Memang waktu kecil aku nyusu kuat banget, pake susu kaleng sejuta umat yang ada "aku dan kau".

Setelah dicari-cari, waktu SD aku allergi nangka, udang, sama kapuk (yang terakhir bikin asmaku kumat sampai sekarang). Udah kan, tapi pas SMA kok masih menetap, pasti ada penyebab lain ini? Trus waktu SMA biasa kaan, pengen diet jadi suka kadang minum susu, kadang enggak, atau pindah-pindah merek susu non-fat. Nah, ternyata sodara-sodara, kambuhnya batuk dan asma malam hari itu karena pas rutin minum susuuu.. Eyaaaa, yaudah di stop lah itu susu sapi.

Trus ibuku yang baik hati rajin bikinin aku susu kedele. Bener-bener BIKIN ya! Beli kedelai kiloan, trus direndam semalam, paginya dikupas, diblender, diperes (aku ikut bantuin soalnya), trus direbus pake daun pandan. Itu aromanyaaaa.. Hmmmm, wangiiiii... Mulailah aku minum susu kedelai. Sayang, ternyata asmaku kumat lagiii!! Huaaaa, jadi aku alergi protein sapi dan protein soya! *tapi kok tahu tempe masih bisa ya? apa karena fermentasi?*

Long story short, aku baca bukunya si Hiromi Shinya yang The Miracle of Enzyme. Walaupun buku itu masih kontroversial, tapi ada benernya juga si dokter bedah digestif itu. Dikatakan di situ, si dr.Shinya ini benci banget sama yang namanya susu karena memicu SLE pada istrinya dan Crohn pada anaknya, cmiiw.  Sejak saat itu aku minum susu dan kedelai untuk rekreasi aja, walaupun malamnya pasti batuk-batuk. *hahaha, bandel!*

Sooo, setelah aku hamidun, mulailah aku bertekad harus ASI!!!

Berikut aku pengen share tips keberhasilan menyusui, terutama untuk ibu bekerja. Ini tidak lain supaya makin banyak ibu bekerja bisa memberikan ASI pada anaknya. Yuk, marii..

1. Sediakan dana untuk beli breast pump yang mumpuni. Bagiku ini Medela Swing sama kaya Sasa (bisa dilihat review di sini). Untuk yang belum punya, silakan beli dulu yang manual dan tidak terlalu mihil baru deh coba-coba merek lain (baca: minjam buat nge-test). Atau lebih bagus lagi kalau bisa marmet (hail to Eky perawat UGD-ku yang bisa marmet!!). Begini penampakannya
Gambar diambil di sini

2. Beli peralatan perang esensial untuk menyimpan ASIP seperti cooler bag berseta ice packnya, botol kaca ASIP (aku belinya yang tutup karet), apron. Bagiku kulkas yang deep freezer nggak esensial sih. Soalnya aku bukan ibu-ibu yang menyetok ASI nya sampe se-freezer. Sistemku kejar tayang, perah hari ini untuk besok. Jadi gak ada alasan yang gak nyetok ASIP sekulkas gak bisa nyusuin! Berikut contoh coolerbag aja ya. Lainnya tinggal di search aja banyak kok.

Gambar diambil di sini
3. Baca-baca tentang manajemen ASIP, terutama suhu penyimpanan. Penting banget ini!!! Banyak kok website-nya. Di box-nya Medela juga ada, di bukunya William Sears  The Baby Book juga ada. Salah satunya kaya gini..
Gambar diambil di sini

4. Nah, tips selanjutnya ini waktu aku hamil belum ada di tempat kerjaku. Kunjungilah klinik laktasi terdekat untuk kontak 1. Jadi WHO tuh sebenarnya sudah mencanangkan 7 kontak untuk keberhasilan menyusui. Biasanya pas kontak 1 itu kita datangnya pas hamil 28 minggu. Isinya ngapaiiin? Isinya edukasi tentang menyusui, what to expect, tujuannya tidak lain untuk menambah pengetahuan ibu supaya pas nanti lahiran gak blank sama sekali tentang menyusui.

5. Pilihlah DSOG dan DSA yang pro ASI, kalau bisa DSA nya yang IBCLC (International Board Certified Lactation Consultant). Atau bidan yang pro ASI. Tanyakan bisa IMD apa tidak? Kalo yang pro ASI harusnya dikasih dooong..

6. Ikut peer group yang support ASI, jelaskan ke kakek dan nenek si jabang bayi kalau kita mau kasih ASI. Ini penting banget! Soalnya kadang kitanya sudah bertekad kuat, tapi lingkungan yang kurang mendukung. Banyak kok contohnya, salah satunya AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia).

7. Semangat semangat dan semangaaattt!! Psikologis kita sangat mempengaruhi pengeluaran ASI soalnya. Jadi kalau ada uneg-uneg segera keluarkan dan kembalikan pada Allah SWT:)

Nah, sekian celotehan saya tentang tip keberhasilan menyusui. Itu kondisi idealnya yaaaa.. Kalau nggak ideal bagaimanaaa? Masih bisa ASI eksklusif gak? Ya bisalah, orang dulu kondisiku tidak ideal, hehehe... Jadi, ayo kita semangat kasih ASI!

Again, this is my opinion. I try not to be judgemental. Memang ada beberapa indikasi perlu diberikan sufor, dan aku menghormati itu.


Regards,
Wida


Minggu, 23 September 2012

Maybelline Eye Studio Eyeshadow Review

Hi guys.. another productive week.. Bisa nulis lagi.. yes yes yes. Mumpung anak lagi tidur. Kali ini review tentang Maybelline Eye Studio Eyeshadow. Eyeshadow ini diklaim bisa membuat mata berkilauan seperti diamond, namanya aja hyper diamonds.

Deskripsi produk, aku beli eyeshadow ini di Giant (iya yang supermarket itu) seharga 88.000IDR. Agak mahal sih menurutku, soalnya kita cuma dapet 4 warna dan 1 top coat. Aku belinya yang nuansa coklat-bronze gitu, terdiri dari 1 line color, 1 highlite, 1 medium dark, 1 medium light, dan 1 top coat. Apa itu top coat? Top coat itu si glitternya, dipakai sebagai finishing untuk efek mata berkilauan. Oke, seperti ini produknya..


Sekarang kita bahas warnanya. Yang warna medium dark (B) itu sejenis warna tembaga yang sebenernya memberikan efek satin finish tapi ditambahin glitter holografik warna ungu kuning. Yang warna medium light (C) itu warna coklat (agak ke taupe dikit kali ya) dengan satin finish, again ditambahin glitter holografik. Yang highlighter itu warna krem (D), sebenernya udah shimmery, tapi di tambahin glitter lagiii.. Nah, yang item itu sebenernya matte (E) tapi ditambahin glitter warna ungu jadi dari jauh warnanya kaya ungu tua. Last, yang top coat (A) sebenernya gak mengandung pigmen kurasa, cuma glitter aja untuk memberi efek kilau terakhir. Berikut swatch-nya..

hoo, yang topcoat A bener-bener cuma keliatan glitternya aja


Ini ngasih namanya gak sesuai di kotak Maybelline-nya ya..
Pros:

  • Berkilauan, bagus banget kalau buat riasan malam. Eh tapi siang juga oke kok asalkan warnanya yang netral.
  • Tersedia di hypermarket dan drugstore sekitar kita, jadi gak perlu order-order segala.
Cons: 
  • Glitternya banyak yang rontooookk, alias fall outs! Jadi tadinya cuma mau berkilauan di kelopak mata, tapi glitternya pada berjatuhan di mukaa..
  • Aplikatornya gak guna buat aku. Kurasa cuma formalitas aja tu aplikator nangkring di situ.
  • Tapi harganya kok lebih murah di US sono ya, sekitar 6USD katanya.
Kesimpulannya, bagi kalian yang banci shimmer atau banci glitter, ini adalah palette yang cocok buat kalian! Untuk pigmentasi sih standar lah ya, cukup deh. Berikut foto waktu make eyeshadow iniii..


yaaakk, di zooooomm bu-ibuu..
Okay, semoga reviewnya bermanfaat. Selamat ber-activity *mhuahahaha, ini kalimat bosku banget*

Regards,
Wida

Sabtu, 22 September 2012

NYX Jumbo Eye Pencil

Hula halooo, kali ini saya akan mereview salah satu produk NYX yang cukup beken yaitu JEP alias Jumbo Eye Pencil. Konon katanya termasuk best sellernya NYX juga. Diklaim dapat digunakan sebagai eyeliner dan sebagai eyeshadow. Tersedia dalam 28 pilihan warna (maakk mauu semuanyaa..)

Kita mulai dengan deskripsi produk yaa.. Yang aku punya ada 3 warna, milk, oyster, sama cashmere. Bentuknya kaya pencil bantet kalo kubilang, dengan tutup transparan (disini fotonya gak pakai tutup yak). Teksturnya creamy, cara pakainya tentu saja tinggal di glide aja. Aku beli yang milk terlebih dahulu di salah satu online shop dengan harga 48.000IDR. Beginilah penampakannya..


Yang milk warna putih, oyster warna ungu muda/lilac, trus si cashmere ini warna champange. Kenapa aku milihnya 3 warna ini? Yang putih aku pake sebagai base untuk mengaplikasikan warna-warna terang, yg ungu aku pakai untuk mengaplikasikan warna-warna dengan cold undertone, yang champange aku pakai untuk aplikasi warna-warna dengan warm undertone. Ini dia swatch-nya

jyaahh, kok jadi miring. padahal udah ku-rotate

Pros:

  •  Harga termasuk bersahabat untuk sebuah produk luar negri
  •  Warnanyaaa cantik-cantik dan bikin mupeng. Kalau liat swatch-nya di internet dijamin bikin bingung. Aku aja milih 3 warna ini setelah dipikir-pikir lama bangeeet.
  •  Bisa dipakai sebagai base terutama untuk yang milk ya. Must have menurutku! Siapa bilang kulit gelap gak bisa pake eyeshadow ngejreng!

Cons:

  • Kalo dipake ketebelan suka crease, huhuuuuu.. Ini main concern bgt nih! Padahal di bawahnya udah pake NYX eyeshadow base loh. Ada yang tau cara ngakalinnya??
  • Agak susah build-up nya karena, gimana ya bahasanya, kalau di stroke berkali-kali warnanya bisa geser-geser.
  • Harus diraut karena bentuknya pencil
Mana contohnyaaa yang pake JEP?? Oke okee, sabar yaa.. Maaf kalo kualitas gambarnya gak bagus, maklum fotonya cuma pake BB.

Ini nyoba-nyoba pake JEP Milk, eyeshadow-nya pake Sleek Ultramatte Bright.
Jadiiii, setelah semua pertimbangan di atas bagaimana? Kalo untuk yang milk aku recommend, terutama untuk yang  pada suka pake warna-warna terang. Kalo warna lain, cukup coba-coba aja deh.

Regards,
Wida



Pasien Cerdas

Posting berikut ini terinspirasi oleh blognya Sasa, tepatnya blog post yang ini. Karena aku kerja rumah sakit, jadi setiap hari ketemu orang yang macem-macem maunya. Ada yang kaya, ada yang tidak mampu, ada pinter, ada yang oon.. Intinya mereka kalau sakit maunya datang, periksa trus cepat sembuh. Well, pada beberapa kasus bisa sih obatnya sekali dua kali minum langsung ces pleng, jos gandos, trus sehat bugar. Tapi  pada kasus lainnya tidak jarang kita harus pakai pendekatan wait and see..

Soo, berikut ini akan saya bahas tips-tips bagaimana caranya supaya jadi pasien yang cerdas. Oya, sebelumnya poin-poin di bawah pernah saya twit di akun saya @nwidayanti. Jadi kalau ada yang pernah baca, ya kurang lebih mirip lah..

1. Bila anda sakit, usahakan cari tau tentang penyakit anda. Paling gampang lihat internet. Informasi dari internet hendaknya ditampung dulu yaa, bukan ditelan mentah-mentah. Lalu buatlah daftar pertanyaan.
Misal: di internet ketemu artikel tentang kanker cervix, nah ambil tuh yang penting-penting buat ditanyain

2. Jangan coba-coba minum antibiotik bila tidak diresepkan!! Apalagi yang minumnya kaya kacang!!
Misal: D: ooo, batuk pilek ya pak.. sudah minum obat apa saja? 
          P: Biasanya kalo kaya gini saya cocoknya minum Thiamphenicol 2 kali sehari, dok!
Hedehh, udah indikasinya gak tepat dosisnya salah pula! maaakkkk *tepokjidat* Ingat tidak semua penyakit dapat diobati dengan antibiotik. Penyakit yang disebabkanoleh virus kadang hanya perlu istirahat saja untuk sembuh

3. Bila tiba saatnya anda ke dokter, siapkan list pertanyaan tadi. Jangan takut bertanya! Diskusikan rencana anda dengan dokter. Bila memang diperlukan pemeriksaan penunjang, mintalah penjelasan tentang hasilnya. Dokter senang dengan pasien yang kooperatif dan terbuka untuk diskusi, bukan pasien yang resistan terhadap edukasi.

4. Jangan sekali-kali minta dokter untuk memanipulasi diagnosa demi klaim asuransi!! Kalau asuransi tau, anda bisa di black list! Saya tau biaya pengobatan mahal, tapi ya jangan gitu lah.. Ngono ning yo ojo ngono..
Misal: P: Dok saya mau cek lab untuk Hepatitis bisa? 
          D: Keluhannya apa?
          P: Gak ada dok. Untuk vaksin, tapi biar dibayarin asuransi.. 
          D: Maksud loh? *tobat paak*

5. Jangan pernah percaya sama hasil lab dan radiologi 100%. Apalagi mendasarkan diagnosa hanya pada lab dan radiologi. Ingat itu hanya pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang itu ada research-nya lo, dan statistiknya TIDAK pernah ada yang menunjukkan sensitivitas dan spesifisitas 100%.
Misal: P: dok saya batuk pilek, ada demam juga sudah sejak kemarin. Minta di cek Widal sekalian, siapa tau tifus.
          D: pak, saya periksa dulu ya. Kemungkinan besar demamnya dari batuk dan pileknya. 
Lagian periksa Widal biasanya dilakukan pada akhir minggu pertama demam, which is biasanya di atas demam hari ke-5. Dan parahnya lagi, Widal sudah nggak dipake lagi di luar negri karena tidak akurat-.-"
Kalau mau pemeriksaan penunjang yang paling mantap, tanyakan sama dokternya, " Ada gold standard diagnostiknya gak?"

6. Bila dokter meresepkan obat, tanya fungsi obat dan efek sampingnya. Bila ada antibiotik, ingat-ingat nama dan dosisnya. Apalagi kalau ada riwayat alergi!! Hal ini untuk menghindari kejadian seperti di bawah ini
Misal: D: pak kemarin waktu berobat diberi obat apa saja?
          P: ada obat batuk, pilek, sama antibiotik. Tapi kayanya saya gak cocok sama antibiotiknya! Gatal-gatal badan saya setelah minum itu.
          D: apa nama antibiotiknya pak?
          P: wah lupa dok...
Nah loh, dokternya bingung mau tebak-tebak buah manggis kaannn..

7. Bila anda kurang percaya dengan diagnosa dokter, boleh second opinion. Itu hak anda. Sebelumnya siapkan data-data pemeriksaan dari dokter sebelumnya. Dan yang penting, carilah dokter yang lebih ahli dengan jam terbang tinggi. Jangan sampai kejadian seperti di bawah.
Misal: D: keluhannya anaknya apa bu?
          P: Ini dok, anak saya sakit sesak. Kemarin sudah dibawa ke dokter spesialis paru anak tetapi belum sembuh. Katanya harus di terapi uap.
         D: *apalah arti ilmu guweh dibandingkan sang SpA konsultan paru tersebut -.-"

Sekian dulu sharing saya tentang pasien cerdas. Semoga bermanfaat!

Regards,
Wida


Minggu, 09 September 2012

Kisah Bantal Dacron


Hai, benda membal! Sudah saatnya aku bertegur sapa denganmu. Walau kau tak menjawab, hanya diam, pasrah menjadi tempat tumpuan dadaku kini. Kudengar kau terbuat dari semacam serat poliester yang namanya bahkan tidak bisa kueja dengan benar. Yang kutahu pasti dari sebuat situs ensiklopedi, nama bahan pengisimu PETE* (persis seperti makanan kegemaranku). Biarlah kupanggil kau begitu, tak apa kan..
PETE, apa kabar kau kini? Sudah satu setengah bulan aku tidak menyentuhmu, menelusupkan tangan di bawah badanmu ketika hendak tidur. Rupanya kau masih sama seperti sedia kala, lentur dan lembut memanjakan. Sungguh aku merindukanmu.
Tahukah kau mengapa aku bergitu merindukanmu? Mari kuceritakan apa yang terjadi selama satu setengah bulan itu.
Di daerah pesisir kabupaten Cilacap, aku menginap di salah satu rumah penduduk dalam rangka kuliah kerja kesehatan masyarakat. Tentu aku tidak bisa mengelak, ini panggilan tugas fakultas, PETE. Begitupun rumah yang akan kutinggali, aku tak dapat memilih. Jujur, aku tidak mempunyai bayangan sama sekali bagaimana tempat itu nanti.

Alhamdulillah, setelah tiba dan melihat kamarku, aku bersyukur. Di Binangun rupanya kami ditempatkan pada keluarga yang cukup berada. Bayangkan, alas tidur yang disediakan tuan rumah untuk kami berupa queen size spring bed. Persis seperti di rumah eyang, PETE! Aku girang bukan main, kasur itu cukup besar untuk memuat aku dan seorang kawanku, bahkan ia ternyata sangat nyaman ditiduri. Hanya saja.. Aku tidak menjumpai bantal sepertimu di sana.

Yang aku jumpai adalah dua buah bantal kapuk dan satu buah guling kapuk. Kapas, kapuk, kapas kapuk, Ceiba pentandra .. aku merapalnya berulang-ulang. Lalu berpikir apa yang akan terjadi nanti malam..
Dan benar saja, malam itu aku sesak napas bukan main. Menarik dan menghembuskan satu napas terasa bagaikan menarik gerobak di tengah tanjakan. Belum lagi suara bengek yang keluar dari kerongkongaku, terdengar seperti lengkingan seruling bernada sumbang. Oh, Tuhan.. yang kutakutkan sedari tadi terjadi sudah. Asmaku kambuh. Dan malam ini, inhalasi salbutamol menyelamatkanku hingga aku kembali dapat tertidur pulas.
Malam berikutnya, aku tidur tanpa bantal dan guling sambil berharap semua akan baik-baik saja. Namun kenyataannya, kejadian bengek itu terulang lagi. Kali ini disertai batuk berdahak yang tak kunjung berhenti. Inhalasi salbutamol (seperti halnya short acting beta-agonist lain) hanya menyelamatkanku selama empat jam. Selanjutnya, aku harus mengulang kembali dosis obat tersebut. Ahh, jadi persisten namanya kalau begini. Harus pakai inhalasi steroid berarti..

PETE, kau tahu.. Di dalam tas kecilku, aku selalu membawa dua benda itu, salbutamol inhalasi dan budesonide dry powder inhalasi. Yang satu beta-agonis, yang lain kortikosteroid. Mereka sungguh bersinergi, PETE. Maka mulai malam ini aku akan memadu mereka untuk menjaga saluran napasku.
Malam pertama, aku tidur pulas.. Sepertinya mereka sukses, PETE. Aku sungguh lega..
Malam kedua, kembali terlelap nyenyak.. Apa kubilang PETE, mereka memang dua sejoli, dwi tunggal, mimi lan mintuno!

Malam ketiga, tidurku nyaris tak terusik... Ahh, alhamdulillah... Paginya aku bangun dengan segar, muka sumringah, merasakan kualitas tidur yang setara seperti di rumah.
Seperti biasa aku kemudian mengambil air bening karena haus. Apa yang selanjutnya terjadi sebenarnya sudah kuprediksi, tapi tak dinyana akan secepat ini kurasakan. Saat menenggak air, kerongkonganku terasa tercekat. Terasa nyeri saat menelan.. Wah wah wah, jangan-jangan ini akibat efek samping steroid...
Maka serta merta aku berdayakan keterampilan fisik diagnostikku. Ketemu! Kelenjar getah bening submandibulaku membengkak! Ini tanda infeksi, PETE. Sepertinya kuman-kuman di kerongkonganku berpesta-pora saat ini. Kuman-kuman itu girang karena aku terus-terusan menghisap kortikosteroid. Budesonide itu melemahkan sistem pertahanan lokal di kerongkonganku. Agaknya cincin Waldeyer-ku melemah, maka drainasenya lari ke bawah. Kelenjar getah bening submandibulaku kena getah! Bagaimana ini, PETE!

Ahh, hari-hari selanjutnya aku harus memutar otak, mencari akal untuk menurunkan frekuensi pemakaian budesonide.. Tapi tetap memaksimalkan potensinya. Beberapa kali aku harus berjingkat masuk ke ruang obat Puskesmas sehabis piket di poliklinik. Membuat resep untuk diri sendiri. Lendirku menguning, PETE.. Ini pasti ulah bakteri. Maka aku bom mereka dengan ciprofloxacin!Dan untuk sesak napasku, aku harus beberapa kali pula meresepkan aminofilin untuk diri sendiri. Terus begitu setiap minggu di Binangun.

Kenapa jadi rumit begini... PETE, andai kau di sini, tentu semua tak harus terjadi bukan.

PETE, aku tahu kita tak pernah bicara. Mungkin suatu hari nanti saat amalanku dihisab, barulah kau angkat suara. Entah membelaku, atau menjatuhkanku. Yang jelas, sekarang aku menyadari, betapa berartinya kau bagiku. Tak hanya untuk menyerap derai tangisku dan menelan mentah-mentah liurku.. Kau bahkan selama ini menjaga saluran napasku karena sistem pertahanan tubuhku telah bersahabat denganmu.

Gambar diambil dari sini


*Polyethylene terephthalate
** tulisan ini dibuat beberapa tahun yang lalu saat mengikuti kuliah kerja kesehatan masyarakat di Cilacap. Buseeng dah gw nerd abis emang yak!! Wakakaka..