Senin, 11 Maret 2013

FOTD: Rainbow Spring Look

Did I hear somebody say spring?? I guess I did.. Yaa, walaupun di Indonesia nggak ada yang namanya spring look, tapi suka aja kalo orang-orang amrik sono udah mulai berwarna-warni make up-nya. Daann, thanks to female daily, aku jadi addict bikin FOTD.. Bulan Maret ini udah 3 kali cobaaa! So, without further due, here goes nothing... My Rainbow Spring look..




Face:

  • Missha Signature BB cream shade No.21
  • Caring colors loose powder in Shell petal
  • Maybelline clear smooth blush in fresh apricot
  • It's skin babyface finish beam in Gold
  • NYX Bronzer-blush duo in Bali
Eyes:
  • NYX HD eyeshadow primer
  • NYX JEP in Milk
  • Sleek ultramatte bright palette
  • NYX slide on pencil in Jet Black (di tightline aja, nggak mau ngerusak rainbownya soalnya)
  • Revlon CustomEyes mascara
Lips:
  • Revlon lipbutter in cherry tart

Maafkan lightingnya kurang representatif.. Maklum foto malam hari. I hate neon lights for photography! Problem selama bikin look ini adalah.. those yellow fall outs under my eyes!! wkwkwkw, harusnya aku conceal dulu yak! Ngincer concealernya MO dari kemarin belum dapet-dapet..

Wokaayy, sekian dulu untuk hari ini. Next, maybe smokey eye look. TTFN!!

Regards,
Wida


Jumat, 08 Maret 2013

FOTD: Classic Pin Up Look

Yooohooooo... I'm back with another FOTD. Iseng sebenernya karena biasalah, anak udah tidur.. Trus baca tentang ini..


Nah lo.. Merasa tertantang nggak tuh! Secara aku jilbaban dan gak mungkin ngecat rambut jadi blonde, jadilah termotivasi untuk bikin make up se-pin-up mungkin. Mulailah searching foto-fotonya Marilyn dan ubek-ubek traincase. Yang bikin tambah semangat, hadiahnya itu The Balm sodara-sodaraaa... Akhirnya referensi yang aku jadikan panduan adalah videonya Lisa Eldridge di bawah ini..


Video di atas bener-bener top dah! Full documentation tentang proses artistik make up nya Marilyn Monroe lengkap dengan hints-nya. Kalau bisa yang beginian masuk NatGeo atau Discovery sekalian. Asli banyak banget pelajaran yang bisa diambil dan Lady Lisa ini nggak pelit bagi-bagi ilmu. Daaannn inilah hasilnya...

ayo tebak di belakang lagi nonton apaaa??

versi 'ketawa'


Adonannya..
Face:

  • Missha BB Boomer
  • Missha Signature BB Cream shade No.21
  • Caring Colors Loose Powder in Shell Petal
  • Maybelline Clear Smooth blush in fresh berry
  • NYX bronzer-blush duo in Bali
  • It's Skin babyface finish beam in Gold
Eyes:
  • NYX HD eyeshadow primer
  • Revlon duo eyeshadow Thunder and Light
  • Maybelline magnum liquid liner
  • Silky Girl gel liner in Black buat lower lashline
  • Revlon CustomEyes mascara
  • Some cheap falsies cut in half
Brow:
  • Just Revlon eyebrow pencil in brown
Lips:
  • Revlon colorstay lipstick in Ripened Red untuk dasarnya
  • Revlon colorstay lipstick in Divine Port Wine untuk contouring
  • Revlon lipgloss in Bordeaux untuk di tengah bibir

jangan lupa ya ibu-ibu, dibikin tahi lalatnyaaa..


Ternyata untuk mata, rahasianya itu eyelinernya dibikin wing ke samping/elongated (aorta?? wakaka..) trus falsiesnya setengahnya aja biar kesannya matanya jadi melebar dan bikin kesan si droopy sexy eyes-nya itu. Untuk bibir biasa aja sih, cuma sengaja garis luarnya dilebarin biar lebih bervolume. Dan tak lupa, highlightnya agak lebayyy!!

Ayo ayooo, yang belum ikutan IBB Make Up Challenge bulan Maret klik link di bawah ini:


Hope you like it coz i had a great fun making it!!

Regards,
Wida





Kamis, 07 Maret 2013

Mutasi SIM

Hmm, kalo anak sudah tidur itu banyak sekali yang bisa dilakukan.. Heheh, termasuk posting blog. Karena sebulan yang lalu aku menyerah melanjutkan posting tentang mutasi kendaraan (sebenernya udah beres sih, tapi pas mutasi masuk ternyata lebih ribet), sekarang giliran mutasi SIM.

Sejak membina keluarga kecil di Tangerang, aku tuh punya 2 pe-er. Yang pertama mutasi kendaraan ibuku, yang kedua mutasi SIM. SIM ku yang lama buat di Bantul pas kuliah, trus masa berlakunya habis tahun kemarin. Kalau sesuai peraturannya, masih ada dispensasi 1 tahun untuk perpanjang. Jadi pas kemarin ke Jogja aku sekalian ke Polres Bantul untuk cabut berkas SIM dan minta surat mutasi. Di Bantulnya surat jadi setelah 2 hari. Tapi karena udah duluan pulang, surat itu dititipin ke ibuku. Oke, berkas di tangan, tinggal masukin ke Tangerang!

Sebelumnya suami sudah punya pengalaman mutasi SIM di Tangerang, jadi aku tinggal tanya-tanya aja sama Ari. Polres Tangerang sendiri letaknya di Daan Mogot, dekat sungai gitu (gak tau namanya apa, haha). Pertama kali masuk disambut sama bapak pemandu samsat yang narsis ini...

bapak yang kanan itu banci tampil beraat, bolak-balik minta difoto lagi..
Aku nunjukin berkas dari Polres asal trus sama paknya disuruh lengkapin fotokopi KTP 5 lembar dan surat keterangan sehat. Ajaibnya untuk surat sehat disuruh bayar 20ribu saja trus petugasnya nulis-nulis di kertas ijo dan 'taraaaa' jadilah surat sehat tanpa periksa apa-apa. Hahahaha, beda banget sama di tempat kerja.

loket tempat bayar asuransi
Setelah semua berkas lengkap aku ke loket bayar 30ribu untuk asuransi. Oya, kalau mau liat biaya resmi pembuatan SIM yang sesuai PP ada di sini..


Selanjutnya setelah bayar asuransi, aku disuruh ke loket 4 untuk pendaftaran SIM baru. Aku serahin lah berkas yang dari Jogja dan semua persyaratannya dan dikenakan biaya 120ribu sesuai yang tertera di atas (bukannya harusnya kena tarif perpanjang aja ya? *nawar*). Lucunya sebelum aku ada bapak-bapak gitu pengen mutasi SIM sama kaya aku tapi nggak bawa berkas dari polres yang lama. Jadi dia dijelasin panjang lebar prosedurnya sama pak petugas. Trus begitu aku masuk nyerahin berkas, "Tuh paaak, harusnya kayak ibu ini.." sambil ngeliatin berkas yang aku bawa *geerberaaatt*snob*.

Ini loket pendaftaran SIM, loket 4
Nah selesai itu aku langsung disuruh nunggu giliran foto. Lah udah dong berarti? Cepet juga yaak? Tapi ngantri fotonya sejam sodara-sodaraaa.. Jadi kutinggal makan dulu di warung-warung pecel yang ada di dalam kompleks polres. Begitu selesai makan, nggak lama dipanggil deh.. Langsung siap-siap dandan.. Waktu di dalam setelah difoto aku minta liat hasil jepretannya..

Wida: "Liat, Pak.."
Petugas: "Ini bu dokter.."
Wida: "wah lumayan..."
Petugas:"iya doong, daripada lu-manyun" *traktraktrakdungdesss,garingpaaakkk*

Nunggu SIM nya nggak lama kok, sekitar 15 menitan udah jadi. Trus kita dipanggil lagi untuk ambil SIM yang sudah diprint.

Semoga tulisan ini membantu bagi teman-teman yang ingin mengurus mutasi SIM. Ayo kita budayakan mengurus birokrasi sendiri, walopun harus menyisihkan waktu.

Regards,
Wida

FOTD: Everyday Neutral

Kali ini pengen FOTD yang netral aja deh.. Sebenernya in real life ini warnanya oren loh! Tapi karena washed out jadi warna soft tonal gini. I like it!!







Face:

  • Missha BB Boomer
  • Missha Signature BB Cream shade No.21
  • Caring Loose powder in Shell Petal
  • Maybelline clear smooth blush in Fresh Apricot
  • It's Skin Babyface Finish Beam in Gold
Eyes:
  • Maybelline Color Tattoo in Bad to The Bronze
  • Maybelline clear smooth blush in Fresh Apricot used as an eyeshadow
  • Maybelline Eye Studio eyeshadow palette
  • Revlon CustomEyes Mascara
Lips:
  • Revlon lipbutter in Peach Parfait
Brow:
  • gak pake apa-apa
Oya, sedikit komentar tentang si Babyface finish beam. Aku mengakui kalo akhir-akhir ini jadi agak terobsesi dengan yang namanya highlight. Tapi kaaann NYX highlighterku udah hitpan jadi boleh dooong beli yang baruuu!! *padahaludahbeligoldenratiosegala* cubit pipi sendiri! Tapi aku sukaa banget hasilnya, shimmernya alus dan warnanya keemasan. Sekarang si Babyface finish beam ini selalu ada di tasku karena praktis dibawa kemana-mana.



Hope you like iiiittt!!

Regards,
Wida

Minggu, 24 Februari 2013

Revlon Beyond Natural

Hello.. It's my first english written review. Hope I can make a lot of more english writing in the future!

This time I'd make a review post on Revlon Beyond Natural Skin Matching Makeup. This product is more of a tinted moisturizer as it goes on pretty sheer on me. I've been using this product since over a year ago. I think it's okay because the PAO symbol reads 24M.

Okay, start with product description. It comes in a tube of 30ml, mine was shade 220 which is light-medium. It has SPF 15 and contains titanium dioxide and zinc oxide as their active ingredients. It claims to covers imperfection and evens out skin tone. The product should self adjust to your skin tone as it's patented micro-color beads breaks upon application. Hmm, this is something new.. So at first it goes on white with speckles of pigments, but as it blends the micro-color beads breaks and gives you the color. And here's the product



And here's what i mean by micro-color beads..

Ohh, it's white with tiny pigment spots..


Hmm, still white..

Ahhaa, so this supposed to match my skintone...

From my experience of using this, I say it gives me sheer coverage. It should be okay if you have minor skin problem, but I wouldn't recommend this if you have blemishes or an obvious discoloration. For the longevity, surprisingly it survived my daily working hour! And I really have to use make up remover to clean it up, not just an ordinary face wash. As for oil control, I don't have oily skin, but if you have oily skin then this may not suit you cos it doesn't have oil controlling properties.

As for the skin matching technology, honestly I don't really buy that because in my face it tends to oxidize when applied heavily and make my skin looks darker. At first I was like 'ohh maybe the shade is too dark for me', but after a while then I realize that it does oxidize in my skin. However, I still like this product when I just want something light on my face. I applied it thinly thus it won't be that much darker after few hours. And here's what I mean by that..

Notice how it got darker after few hours..


So, pros and cons..

Pros:

  • Budget friendly, although I can't remember how much I paid for it, haha
  • It has SPF 15
  • It stays quite a long time in my face
Cons:
  • It oxidizes in my face!
  • I don't really like their micro-color bead thing, it got me guessing 'oh maybe this is the right color' but then after blending it a while, it turns out to be darker then my skin. I just don't like the guessing part.

Conclusion, will I repurchase? No.. I'd rather use BB cream instead. But I would recommend this for teens who's still a beginner in make up that doesn't want that heavy coverage nor expensive purchase. Hope that helps, until then TTFN!!

Regards,
Wida

Rabu, 20 Februari 2013

Microdiscectomy

Disclaimer: Untuk alasan privasi, nama dokter dan nama rumah sakit tidak akan kami sebutkan. Jika ada yang ingin mengetahui lebih lanjut, dipersilakan kontak langsung.

Selasa lalu Ari akhirnya memutuskan untuk operasi untuk mengatasi HNP nya. Kalau yang belum tau apa itu penyakit HNP baca di sini. Jujur aja awalnya aku nggak nyangka dia bisa bilang 'oke' untuk sebuah surgery, but he did it! And i'm so proud of him that he did. Soalnya ini udah mentok tok tok, sudah 3 tahun lebih dia mengalami sakit panggul yang kambuh-kambuhan. Bahkan yang terakhir dia sampai bilang ke aku, "Aku nggak mau tidur. Kalo tidur soalnya sakit banget, nightmare buat aku.." Dan dia jarang tidur malam. Sekarang dia milih dokternya sendiri berdasarkan rekomendasi dari salah satu teman yang pernah operasi sama dokter itu juga dengan kasus yang sama. Temennya itu operasi tahun 2001 sampai sekarang alhamdulillah sehat-sehat aja.

Beberapa saat setelah Ari masuk operating theater, dokternya manggil "Keluarganya pak Ari?" Kita semuanya langsung berdiri. "Nanti masuk ya, nonton operasinya lewat monitor.." Aseeekk...

Jadi nama operasinya microdiscectomy. Basically microdiscectomy itu adalah suatu prosedur me-release suatu penekanan saraf akibat penonjolan diskus, atau disebut juga suatu prosedur dekompresi. Kurang lebih ilustrasinya begini..

Gambar diambil dari sini
Jadi dibuat lubang kecil di tulang belakangnya untuk mengambil menonjolan discus yang menekan saraf tadi. Nah, ternyata tindakannya nggak sampai di situ aja. Dokternya juga ngasih interspinous device yang kurang lebih fungsinya mengganjal sendi antartulang belakang itu. Bentuknya setelah dipasang kaya gini..

untuk lihat full range of motionnya di sini
Kita ngeliat pas dipasang implantnya itu, tulang belakang Ari didongkrak dikit. Kata dokternya celah sendinya menyempit. Weeww, kayanya Ari tambah tinggi beberapa milimeter. Dan setelah semua terpasang, baru ditutup kembali lapis demi lapis. Serunya pas liat monitor, kita semua pada nebak-nebak mana yang atas-bawah, dan kiri-kanan.

Waktu di recovery room aku dipanggil, dan Ari keliatan menggigil kedinginan. Kasian liatnya, apalagi sampai balik ke kamar juga masih menggigil. Jadi AC dimatiin dan selimutnya didobel plus dimasukin botol air anget di bawah selimut. Sayangnya aku nggak bisa cuti kerja, jadi siang mesti masuk kantor.. *nangisgerung-gerungdalamhati*

Trus yg bikin aku tambah sedih, sorenya ada pasien aneh.. Pasien ini keluhannya perut nyeri, sebelumnya mencret, jadi tinggal kembung-kembungnya doang. Dia curhaaattt lamaa banget, cerita di UGD sebelumnya dia dapet obat ini-itu trus dia minum semua malah perutnya nggak enak. Trus dia complain kenapa pasien sebelum dia lama banget (pasien psikosomatis yang nggak curhatnya lamaaa juga). Trus aku cerita sekilas "Suami saya baru dioperasi bu, tadi saya tinggal masih teler dan menggigil.. " eh tau nggak pasiennya bilang apaaa???

"Ooh, kepikiran ya dok.. Tapi dokter jangan salah diagnosa saya ya!" nggak ada empatinya samsek..

HHHUANNJE***NG, jedokin kepala ke tembooookk.. ehm, pardon my french.. Emang yah, di saat keluarga kita ada yg sakit, kita dituntut untuk lebih mementingkan orang lain. Mau nangis rasanya, tapi aku tahan. Aku jadi ngerti kenapa dokter-dokter senior pada banyak yang cuek bebek dan  nggak peka. Mereka sudah terlalu sering digituin pasien. Jadi maafkanlah kami kalau ada yang keliatan nggak peka, pengalaman seperti inilah yang membentuk kami.

Regards,
Wida






Jumat, 15 Februari 2013

Kuku Patah

Beberapa hari yang lalu aku mengalami insiden yang tidak menyenangkan. Pagi hari, setelah nganter Ari ke stasiun KRL, tanganku kejepit pintu mobiiil! Huwaaaa.. Jadi ceritanya, pas aku mau keluar mobil, tiba-tiba aku dipanggil dengan posisi tangan masih megang pintu. Nah itu si pintu nutup sendiri dibantu gaya gravitasi kali ya.. Pokoknya rasanya ngejeblak sendiri gitu. Pertama-tama cuma ngerasa "Auww!" trus tanganku aku kibas-kibas aja. Nah setelah itu mertuaku negur, "Wida itu kenapa tangannya berdarah???" Dan setelah kulihat ternyata jari tengahku kukunya berdarah. Barulah habis itu terasa senut-senut.. dan ternyata seperti inilah penampakan jarikuuu... wuahahaha, ngilu gak sih liatnyaa...

yang merah di dasar itu kukunya patah

Jadi habis tau kalo kejepit langsung aku rendem di air es biar perdarahannya berhenti. Itu juga masih senut-senut rasanya. Pas dilihat, laaahh ternyata kukunya patah di dasar (jadi yang merah-merah di bawah itu ternyata pataah). Aku langsung parno sendiri kan, gimana nanti kalo tumbuhnya nusuk kuku yang bagian atas. Gimana nanti kalo jadi ungu semua trus akhirnya harus dicopot juga. AAAAARRGH, paniiicc!!

Jadilah hari itu aku, ibuku dan Kinan pergi ke rumah sakit. Emang niat ke RS sih karena jadwalnya Kinan imunisasi, jadi aku sekalian periksa. Di RS aku langsung daftar ke dokter bedah antisipasi kalo-kalo perlu dicabut. Dokternya aku BBM dulu, SKSD dikiit biar langsung dikerjain, haha.. "Pakde, jariku kejepit pintu mobil, kukuku patah.." dan bener aja dokternya yang tadinya lagi nongkrong di doctor lounge langsung datang ke poli (emang nggak ada antrian juga sih, hehehe).

Pas diliat-liat, dia mikir-mikir gitu.. "Wid, aku suntik pehacain ya! Nanti coba dilihat lagi, kalo aproksimasinya baik nggak usah dicabut. Konservatif aja.." Nah lo, itu artinya dokternya mau nyuntik untuk bius di jari tengahku! Aku nanya, "Sakit mana sama pas melahirkan, dok?" dan dokternya menjawab, sakit pas melahirkan.. Haha, dan pas disuntik itu yang aku bayangin cuma sakit pas melahirkan bukaan 7 keatas yang mulesnya ampun-ampunan. Terasa juga sih sakitnya disuntik, tapi mending lah. Rasanya panas sebentar gitu, trus abis itu baal. Kata dokter bedahnya sebenernya kalo untuk anestesi lokal lidocain lebih panas rasanya pas disuntiknya dibandingkan pehacain. Dan nggak sampai 1 menit, rasanya tebel-tebel kaya nggak punya jari tengah, cool!

Jadi setelah di lihat lagi, aproksimasi patahan kukunya bagus (baca: pinggir-pinggirnya masih nyatu dengan baik, nggak ada yang saling tumpang tindih). Aku disuruh minum obat anti radang dan anti nyeri, trus dipasang band-aid biasa untuk fiksasi kuku biar nggak gerak-gerak. Katanya tunggu aja kukunya kedorong sendiri, kalau dicabut sayang nailbed-nya (jaringan di bawah kuku) masih bagus. Alhamdulillah, dan kukuku nggak jadi dicabut *narihulahula*. Jadi aku cuma diresepin obat. Oya, kerennya itu suntik mati rasanya tahan loh sampe 4-5 jam kemudian.

Beberapa hari kemudian, bentuknya masih sama seperti ini.. Bengkaknya ilang, birunya juga udah ilang, tapi masih patah *yaiyalahh*

itu patahannya di bawah
Jadi kesimpulannya kalau kalian mengalami kejadian serupa, pertolongan pertamanya antara lain:

  • kompres es untuk mengurangi peradangan dan menghentikan perdarahan
  • kalau bisa fiksasi sementara, pake plester kek, kartu yang diselotip kek.. yang penting biar nggak banyak gerak-gerak dulu
  • segera ke dokter untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut
Okayy, semoga bermanfaat..

Regards,
Wida