Senin, 14 Januari 2013

Mengurus Mutasi Kendaraan Pribadi Part 1

Oke, aku ngaku, selama ini kalau itu menyangkut paperwork bureaucracy aku selalu minta tolong orang. Ngurus SIM minta tolong orang, ngurus pajak kendaraan minta tolong orang. Nah, baru-baru ini ibuku ngasih mobil (alhamdulillah) dan ibuku pengen segera tu mobil ganti nama pake namaku. Alasannya biar mobil ibu yang baru nggak kena pajak progresif. Berarti itungannya bukan balik nama lagi kan, tapi mutasi, karena samsatnya beda. Jadi mobil Bekasi mau dijadiin mobil Tangerang.

Lalu aku dikasi amplop coklat yang isinya surat-surat kendaraan. "Ini berkasnya semua lengkap," trus ibuku bilang, "Pokoknya ibu nggak mau direpotin ya urusan mutasi!" Hyaaa.. Jadilah aku sama Ari sempat browsing sana-sini tentang syarat-syarat mutasi kendaraan. Dan akhirnya kita memutuskan untuk mengurus sendiri mutasi kendaraan, nggak pake jasa calo atau apapun itu namanya.

Aku sama Ari sengaja nyediain waktu cuti di hari Senin. Worst case kita bisa seharian terjebak ngurus gini-gono. Jadi sebelum harinya tiba, kita persiapkan terlebih dahulu surat-surat yang harus dibawa:

  1. STNK asli dan fotokopi
  2. BPKB asli dan fotokopi
  3. Fotokopi KTP tujuan
  4. Kuitansi pembelian dengan tanda tangan pemilik sebelumnya (ibuku) di atas materai Rp6000 beserta fotokopiannya.
Jadi, hari Senin itu surat-surat sudah disiapin semuanya. ASIP sudah kusediain di kulkas karena rencananya Kinan ditinggal. Nah last minute pas mau berangkat, Ari nggak tega ninggalin Kinan. Dan akhirnya Kinan diboyong untuk dititipin di rumah Ibuku, hehe.. Si Bocah pun kegirangan ikut naik mobil dan alhasil kita baru sampe Samsat Bekasi sekitar pukul 9.30. Waduh bisa kelar gak nih.

Pertama kali datang ke Samsat Bekasi, mobil langsung diparkir ke area cek fisik. Waktu itu penuuuuh banget  Samsatnya, trus kita bilang ke mas-mas yang ngurus parkir kalo kita mau sekalian cek fisik. Jadi mobil diparkir di dalam. Ini dia tempatnya.

pak jangan melet-melet..

Di dekat area cek fisik ada loket 'Cek Fisik kendaraan', kita ke situ sebentar buat minta formulir cek fisik yang nanti akan digesekin nomor rangka dan diisi data-data kendaraan. Nanti ada petugas yang dengan sigap gesekin nomor rangka dan nomor kendaraan ke formulirnya itu. Kalau sudah, formulir dikumpulkan bersama STNK asli dan fotokopi, fotokopi BPKB, fotokopi KTP tujuan, dan fotokopi kuitansi pembelian di loket tadi untuk validasi lalu kita tinggal menunggu dipanggil (waktunya kira-kira 30 menitan). 

itu yang pake jaket merah suamikuuuu..
Highlight of the day adalah, selama nunggu validasi itu kita makan indomi di warung samsat dan itu rasanya jadi enaaakk bangeet. Nggak tau karena emang enak atau karena kita lagi nunggu plus laper. Pokoknya waktu itu, Indomienya serasa dari surgaaaa.. Wakaka, lebay..

Setelah dipanggil dan mengambil berkas yang telah di validasi, kita mengambil formulir mutasi luar daerah. Formulirnya diisi data-data yang ada di STNK lalu dikumpulkan di loket 'Mutasi Luar Daerah antar Samsat'.
Di loket ini BPKB asli diserahkan, dan kita membayar administrasi (eh bayar apa ya namanya?) sejumlah 100.000IDR saja (tadinya pak petugasnya bilang 105.000IDR tapi dikurangin, nggak tau kenapa). Nah mengenai nominal yang 100ribu itu aku belum searching lagi resminya berapa. Tapi yaaa.. kalo segitu okelah daripada bayar jasa calo yang bisa berkali-kali lipat. Trus habis itu pak petugasnya bilang, "Nanti berkasnya diambil lusa ya, baru setelah itu mengurus di Samsat yang dituju." Dan aku terbengong-bengong, udah nih? Gini aja? Ngeliat jam tangan masih sekitar jam 11.00 dan semua urusan sudah selesai. 

di loket inilah yang kita harus bayar
Jadi sodara-sodara ternyata ngurus pencabutan STNK untuk mutasi itu tidak seribet yang dipikirkan. Pak petugasnya banyak yang nyapa-nyapa SKSD gitu deh karena tau aku ngurus sendiri. Waktunya pun nggak lama dan bisa selesai sebelum istirahat siang.  Nanti setelah ngurus pindah ke Samsat tujuan aku sharing lagi.
 
Meanwhile karena waktunya masih lama, aku sama Ari pulang makan sebentar trus kita kencan ke Bogor nengokin rumah yang lagi di renov. Seneng deeeh, hujan-hujan romantis gitu berdua menelusuri Jagorawi sama suami diiringi Paradise-Coldplay. Sekian sharingnya, sampai jumpa di Tangerang nanti.

Regards,
Wida










Tidak ada komentar:

Posting Komentar