Selasa, 25 September 2012

Pengalaman Menyusui

Sampai saat ini, kalau dihitung, aku udah nyusuin selama 13 bulan dan 25 hari. Memang sih ini tekadku sejak hamil, pengen nyusuin dan insya Allah sampai 2 tahun. Sejak hamil aku sudah banyak baca-baca tentang breast feeding dan kebetulan teman kantor ada yang konselor laktasi. Jadi lumayan lah supportnya.

Kenapa aku ngotot nyusuin?? Oke, ini flash back ke waktu-waktu aku masih di bangku SD. Waktu kecil aku tuh alergiaaannn bangeet. You name it lah! Awalnya gatel-gatel di siku, trus lama-lama ada asma segala. Pas gede asmanya bukannya berkurang malah nambah yang namanya rhinnitis alergika, itu pilek yang bersin-bersin tiap pagi (terakhir pas kuliah aku tau ini namanya allergic march, kita bahas kapan-kapan). Memang waktu kecil aku nyusu kuat banget, pake susu kaleng sejuta umat yang ada "aku dan kau".

Setelah dicari-cari, waktu SD aku allergi nangka, udang, sama kapuk (yang terakhir bikin asmaku kumat sampai sekarang). Udah kan, tapi pas SMA kok masih menetap, pasti ada penyebab lain ini? Trus waktu SMA biasa kaan, pengen diet jadi suka kadang minum susu, kadang enggak, atau pindah-pindah merek susu non-fat. Nah, ternyata sodara-sodara, kambuhnya batuk dan asma malam hari itu karena pas rutin minum susuuu.. Eyaaaa, yaudah di stop lah itu susu sapi.

Trus ibuku yang baik hati rajin bikinin aku susu kedele. Bener-bener BIKIN ya! Beli kedelai kiloan, trus direndam semalam, paginya dikupas, diblender, diperes (aku ikut bantuin soalnya), trus direbus pake daun pandan. Itu aromanyaaaa.. Hmmmm, wangiiiii... Mulailah aku minum susu kedelai. Sayang, ternyata asmaku kumat lagiii!! Huaaaa, jadi aku alergi protein sapi dan protein soya! *tapi kok tahu tempe masih bisa ya? apa karena fermentasi?*

Long story short, aku baca bukunya si Hiromi Shinya yang The Miracle of Enzyme. Walaupun buku itu masih kontroversial, tapi ada benernya juga si dokter bedah digestif itu. Dikatakan di situ, si dr.Shinya ini benci banget sama yang namanya susu karena memicu SLE pada istrinya dan Crohn pada anaknya, cmiiw.  Sejak saat itu aku minum susu dan kedelai untuk rekreasi aja, walaupun malamnya pasti batuk-batuk. *hahaha, bandel!*

Sooo, setelah aku hamidun, mulailah aku bertekad harus ASI!!!

Berikut aku pengen share tips keberhasilan menyusui, terutama untuk ibu bekerja. Ini tidak lain supaya makin banyak ibu bekerja bisa memberikan ASI pada anaknya. Yuk, marii..

1. Sediakan dana untuk beli breast pump yang mumpuni. Bagiku ini Medela Swing sama kaya Sasa (bisa dilihat review di sini). Untuk yang belum punya, silakan beli dulu yang manual dan tidak terlalu mihil baru deh coba-coba merek lain (baca: minjam buat nge-test). Atau lebih bagus lagi kalau bisa marmet (hail to Eky perawat UGD-ku yang bisa marmet!!). Begini penampakannya
Gambar diambil di sini

2. Beli peralatan perang esensial untuk menyimpan ASIP seperti cooler bag berseta ice packnya, botol kaca ASIP (aku belinya yang tutup karet), apron. Bagiku kulkas yang deep freezer nggak esensial sih. Soalnya aku bukan ibu-ibu yang menyetok ASI nya sampe se-freezer. Sistemku kejar tayang, perah hari ini untuk besok. Jadi gak ada alasan yang gak nyetok ASIP sekulkas gak bisa nyusuin! Berikut contoh coolerbag aja ya. Lainnya tinggal di search aja banyak kok.

Gambar diambil di sini
3. Baca-baca tentang manajemen ASIP, terutama suhu penyimpanan. Penting banget ini!!! Banyak kok website-nya. Di box-nya Medela juga ada, di bukunya William Sears  The Baby Book juga ada. Salah satunya kaya gini..
Gambar diambil di sini

4. Nah, tips selanjutnya ini waktu aku hamil belum ada di tempat kerjaku. Kunjungilah klinik laktasi terdekat untuk kontak 1. Jadi WHO tuh sebenarnya sudah mencanangkan 7 kontak untuk keberhasilan menyusui. Biasanya pas kontak 1 itu kita datangnya pas hamil 28 minggu. Isinya ngapaiiin? Isinya edukasi tentang menyusui, what to expect, tujuannya tidak lain untuk menambah pengetahuan ibu supaya pas nanti lahiran gak blank sama sekali tentang menyusui.

5. Pilihlah DSOG dan DSA yang pro ASI, kalau bisa DSA nya yang IBCLC (International Board Certified Lactation Consultant). Atau bidan yang pro ASI. Tanyakan bisa IMD apa tidak? Kalo yang pro ASI harusnya dikasih dooong..

6. Ikut peer group yang support ASI, jelaskan ke kakek dan nenek si jabang bayi kalau kita mau kasih ASI. Ini penting banget! Soalnya kadang kitanya sudah bertekad kuat, tapi lingkungan yang kurang mendukung. Banyak kok contohnya, salah satunya AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia).

7. Semangat semangat dan semangaaattt!! Psikologis kita sangat mempengaruhi pengeluaran ASI soalnya. Jadi kalau ada uneg-uneg segera keluarkan dan kembalikan pada Allah SWT:)

Nah, sekian celotehan saya tentang tip keberhasilan menyusui. Itu kondisi idealnya yaaaa.. Kalau nggak ideal bagaimanaaa? Masih bisa ASI eksklusif gak? Ya bisalah, orang dulu kondisiku tidak ideal, hehehe... Jadi, ayo kita semangat kasih ASI!

Again, this is my opinion. I try not to be judgemental. Memang ada beberapa indikasi perlu diberikan sufor, dan aku menghormati itu.


Regards,
Wida


Minggu, 23 September 2012

Maybelline Eye Studio Eyeshadow Review

Hi guys.. another productive week.. Bisa nulis lagi.. yes yes yes. Mumpung anak lagi tidur. Kali ini review tentang Maybelline Eye Studio Eyeshadow. Eyeshadow ini diklaim bisa membuat mata berkilauan seperti diamond, namanya aja hyper diamonds.

Deskripsi produk, aku beli eyeshadow ini di Giant (iya yang supermarket itu) seharga 88.000IDR. Agak mahal sih menurutku, soalnya kita cuma dapet 4 warna dan 1 top coat. Aku belinya yang nuansa coklat-bronze gitu, terdiri dari 1 line color, 1 highlite, 1 medium dark, 1 medium light, dan 1 top coat. Apa itu top coat? Top coat itu si glitternya, dipakai sebagai finishing untuk efek mata berkilauan. Oke, seperti ini produknya..


Sekarang kita bahas warnanya. Yang warna medium dark (B) itu sejenis warna tembaga yang sebenernya memberikan efek satin finish tapi ditambahin glitter holografik warna ungu kuning. Yang warna medium light (C) itu warna coklat (agak ke taupe dikit kali ya) dengan satin finish, again ditambahin glitter holografik. Yang highlighter itu warna krem (D), sebenernya udah shimmery, tapi di tambahin glitter lagiii.. Nah, yang item itu sebenernya matte (E) tapi ditambahin glitter warna ungu jadi dari jauh warnanya kaya ungu tua. Last, yang top coat (A) sebenernya gak mengandung pigmen kurasa, cuma glitter aja untuk memberi efek kilau terakhir. Berikut swatch-nya..

hoo, yang topcoat A bener-bener cuma keliatan glitternya aja


Ini ngasih namanya gak sesuai di kotak Maybelline-nya ya..
Pros:

  • Berkilauan, bagus banget kalau buat riasan malam. Eh tapi siang juga oke kok asalkan warnanya yang netral.
  • Tersedia di hypermarket dan drugstore sekitar kita, jadi gak perlu order-order segala.
Cons: 
  • Glitternya banyak yang rontooookk, alias fall outs! Jadi tadinya cuma mau berkilauan di kelopak mata, tapi glitternya pada berjatuhan di mukaa..
  • Aplikatornya gak guna buat aku. Kurasa cuma formalitas aja tu aplikator nangkring di situ.
  • Tapi harganya kok lebih murah di US sono ya, sekitar 6USD katanya.
Kesimpulannya, bagi kalian yang banci shimmer atau banci glitter, ini adalah palette yang cocok buat kalian! Untuk pigmentasi sih standar lah ya, cukup deh. Berikut foto waktu make eyeshadow iniii..


yaaakk, di zooooomm bu-ibuu..
Okay, semoga reviewnya bermanfaat. Selamat ber-activity *mhuahahaha, ini kalimat bosku banget*

Regards,
Wida

Sabtu, 22 September 2012

NYX Jumbo Eye Pencil

Hula halooo, kali ini saya akan mereview salah satu produk NYX yang cukup beken yaitu JEP alias Jumbo Eye Pencil. Konon katanya termasuk best sellernya NYX juga. Diklaim dapat digunakan sebagai eyeliner dan sebagai eyeshadow. Tersedia dalam 28 pilihan warna (maakk mauu semuanyaa..)

Kita mulai dengan deskripsi produk yaa.. Yang aku punya ada 3 warna, milk, oyster, sama cashmere. Bentuknya kaya pencil bantet kalo kubilang, dengan tutup transparan (disini fotonya gak pakai tutup yak). Teksturnya creamy, cara pakainya tentu saja tinggal di glide aja. Aku beli yang milk terlebih dahulu di salah satu online shop dengan harga 48.000IDR. Beginilah penampakannya..


Yang milk warna putih, oyster warna ungu muda/lilac, trus si cashmere ini warna champange. Kenapa aku milihnya 3 warna ini? Yang putih aku pake sebagai base untuk mengaplikasikan warna-warna terang, yg ungu aku pakai untuk mengaplikasikan warna-warna dengan cold undertone, yang champange aku pakai untuk aplikasi warna-warna dengan warm undertone. Ini dia swatch-nya

jyaahh, kok jadi miring. padahal udah ku-rotate

Pros:

  •  Harga termasuk bersahabat untuk sebuah produk luar negri
  •  Warnanyaaa cantik-cantik dan bikin mupeng. Kalau liat swatch-nya di internet dijamin bikin bingung. Aku aja milih 3 warna ini setelah dipikir-pikir lama bangeeet.
  •  Bisa dipakai sebagai base terutama untuk yang milk ya. Must have menurutku! Siapa bilang kulit gelap gak bisa pake eyeshadow ngejreng!

Cons:

  • Kalo dipake ketebelan suka crease, huhuuuuu.. Ini main concern bgt nih! Padahal di bawahnya udah pake NYX eyeshadow base loh. Ada yang tau cara ngakalinnya??
  • Agak susah build-up nya karena, gimana ya bahasanya, kalau di stroke berkali-kali warnanya bisa geser-geser.
  • Harus diraut karena bentuknya pencil
Mana contohnyaaa yang pake JEP?? Oke okee, sabar yaa.. Maaf kalo kualitas gambarnya gak bagus, maklum fotonya cuma pake BB.

Ini nyoba-nyoba pake JEP Milk, eyeshadow-nya pake Sleek Ultramatte Bright.
Jadiiii, setelah semua pertimbangan di atas bagaimana? Kalo untuk yang milk aku recommend, terutama untuk yang  pada suka pake warna-warna terang. Kalo warna lain, cukup coba-coba aja deh.

Regards,
Wida



Pasien Cerdas

Posting berikut ini terinspirasi oleh blognya Sasa, tepatnya blog post yang ini. Karena aku kerja rumah sakit, jadi setiap hari ketemu orang yang macem-macem maunya. Ada yang kaya, ada yang tidak mampu, ada pinter, ada yang oon.. Intinya mereka kalau sakit maunya datang, periksa trus cepat sembuh. Well, pada beberapa kasus bisa sih obatnya sekali dua kali minum langsung ces pleng, jos gandos, trus sehat bugar. Tapi  pada kasus lainnya tidak jarang kita harus pakai pendekatan wait and see..

Soo, berikut ini akan saya bahas tips-tips bagaimana caranya supaya jadi pasien yang cerdas. Oya, sebelumnya poin-poin di bawah pernah saya twit di akun saya @nwidayanti. Jadi kalau ada yang pernah baca, ya kurang lebih mirip lah..

1. Bila anda sakit, usahakan cari tau tentang penyakit anda. Paling gampang lihat internet. Informasi dari internet hendaknya ditampung dulu yaa, bukan ditelan mentah-mentah. Lalu buatlah daftar pertanyaan.
Misal: di internet ketemu artikel tentang kanker cervix, nah ambil tuh yang penting-penting buat ditanyain

2. Jangan coba-coba minum antibiotik bila tidak diresepkan!! Apalagi yang minumnya kaya kacang!!
Misal: D: ooo, batuk pilek ya pak.. sudah minum obat apa saja? 
          P: Biasanya kalo kaya gini saya cocoknya minum Thiamphenicol 2 kali sehari, dok!
Hedehh, udah indikasinya gak tepat dosisnya salah pula! maaakkkk *tepokjidat* Ingat tidak semua penyakit dapat diobati dengan antibiotik. Penyakit yang disebabkanoleh virus kadang hanya perlu istirahat saja untuk sembuh

3. Bila tiba saatnya anda ke dokter, siapkan list pertanyaan tadi. Jangan takut bertanya! Diskusikan rencana anda dengan dokter. Bila memang diperlukan pemeriksaan penunjang, mintalah penjelasan tentang hasilnya. Dokter senang dengan pasien yang kooperatif dan terbuka untuk diskusi, bukan pasien yang resistan terhadap edukasi.

4. Jangan sekali-kali minta dokter untuk memanipulasi diagnosa demi klaim asuransi!! Kalau asuransi tau, anda bisa di black list! Saya tau biaya pengobatan mahal, tapi ya jangan gitu lah.. Ngono ning yo ojo ngono..
Misal: P: Dok saya mau cek lab untuk Hepatitis bisa? 
          D: Keluhannya apa?
          P: Gak ada dok. Untuk vaksin, tapi biar dibayarin asuransi.. 
          D: Maksud loh? *tobat paak*

5. Jangan pernah percaya sama hasil lab dan radiologi 100%. Apalagi mendasarkan diagnosa hanya pada lab dan radiologi. Ingat itu hanya pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang itu ada research-nya lo, dan statistiknya TIDAK pernah ada yang menunjukkan sensitivitas dan spesifisitas 100%.
Misal: P: dok saya batuk pilek, ada demam juga sudah sejak kemarin. Minta di cek Widal sekalian, siapa tau tifus.
          D: pak, saya periksa dulu ya. Kemungkinan besar demamnya dari batuk dan pileknya. 
Lagian periksa Widal biasanya dilakukan pada akhir minggu pertama demam, which is biasanya di atas demam hari ke-5. Dan parahnya lagi, Widal sudah nggak dipake lagi di luar negri karena tidak akurat-.-"
Kalau mau pemeriksaan penunjang yang paling mantap, tanyakan sama dokternya, " Ada gold standard diagnostiknya gak?"

6. Bila dokter meresepkan obat, tanya fungsi obat dan efek sampingnya. Bila ada antibiotik, ingat-ingat nama dan dosisnya. Apalagi kalau ada riwayat alergi!! Hal ini untuk menghindari kejadian seperti di bawah ini
Misal: D: pak kemarin waktu berobat diberi obat apa saja?
          P: ada obat batuk, pilek, sama antibiotik. Tapi kayanya saya gak cocok sama antibiotiknya! Gatal-gatal badan saya setelah minum itu.
          D: apa nama antibiotiknya pak?
          P: wah lupa dok...
Nah loh, dokternya bingung mau tebak-tebak buah manggis kaannn..

7. Bila anda kurang percaya dengan diagnosa dokter, boleh second opinion. Itu hak anda. Sebelumnya siapkan data-data pemeriksaan dari dokter sebelumnya. Dan yang penting, carilah dokter yang lebih ahli dengan jam terbang tinggi. Jangan sampai kejadian seperti di bawah.
Misal: D: keluhannya anaknya apa bu?
          P: Ini dok, anak saya sakit sesak. Kemarin sudah dibawa ke dokter spesialis paru anak tetapi belum sembuh. Katanya harus di terapi uap.
         D: *apalah arti ilmu guweh dibandingkan sang SpA konsultan paru tersebut -.-"

Sekian dulu sharing saya tentang pasien cerdas. Semoga bermanfaat!

Regards,
Wida


Minggu, 09 September 2012

Kisah Bantal Dacron


Hai, benda membal! Sudah saatnya aku bertegur sapa denganmu. Walau kau tak menjawab, hanya diam, pasrah menjadi tempat tumpuan dadaku kini. Kudengar kau terbuat dari semacam serat poliester yang namanya bahkan tidak bisa kueja dengan benar. Yang kutahu pasti dari sebuat situs ensiklopedi, nama bahan pengisimu PETE* (persis seperti makanan kegemaranku). Biarlah kupanggil kau begitu, tak apa kan..
PETE, apa kabar kau kini? Sudah satu setengah bulan aku tidak menyentuhmu, menelusupkan tangan di bawah badanmu ketika hendak tidur. Rupanya kau masih sama seperti sedia kala, lentur dan lembut memanjakan. Sungguh aku merindukanmu.
Tahukah kau mengapa aku bergitu merindukanmu? Mari kuceritakan apa yang terjadi selama satu setengah bulan itu.
Di daerah pesisir kabupaten Cilacap, aku menginap di salah satu rumah penduduk dalam rangka kuliah kerja kesehatan masyarakat. Tentu aku tidak bisa mengelak, ini panggilan tugas fakultas, PETE. Begitupun rumah yang akan kutinggali, aku tak dapat memilih. Jujur, aku tidak mempunyai bayangan sama sekali bagaimana tempat itu nanti.

Alhamdulillah, setelah tiba dan melihat kamarku, aku bersyukur. Di Binangun rupanya kami ditempatkan pada keluarga yang cukup berada. Bayangkan, alas tidur yang disediakan tuan rumah untuk kami berupa queen size spring bed. Persis seperti di rumah eyang, PETE! Aku girang bukan main, kasur itu cukup besar untuk memuat aku dan seorang kawanku, bahkan ia ternyata sangat nyaman ditiduri. Hanya saja.. Aku tidak menjumpai bantal sepertimu di sana.

Yang aku jumpai adalah dua buah bantal kapuk dan satu buah guling kapuk. Kapas, kapuk, kapas kapuk, Ceiba pentandra .. aku merapalnya berulang-ulang. Lalu berpikir apa yang akan terjadi nanti malam..
Dan benar saja, malam itu aku sesak napas bukan main. Menarik dan menghembuskan satu napas terasa bagaikan menarik gerobak di tengah tanjakan. Belum lagi suara bengek yang keluar dari kerongkongaku, terdengar seperti lengkingan seruling bernada sumbang. Oh, Tuhan.. yang kutakutkan sedari tadi terjadi sudah. Asmaku kambuh. Dan malam ini, inhalasi salbutamol menyelamatkanku hingga aku kembali dapat tertidur pulas.
Malam berikutnya, aku tidur tanpa bantal dan guling sambil berharap semua akan baik-baik saja. Namun kenyataannya, kejadian bengek itu terulang lagi. Kali ini disertai batuk berdahak yang tak kunjung berhenti. Inhalasi salbutamol (seperti halnya short acting beta-agonist lain) hanya menyelamatkanku selama empat jam. Selanjutnya, aku harus mengulang kembali dosis obat tersebut. Ahh, jadi persisten namanya kalau begini. Harus pakai inhalasi steroid berarti..

PETE, kau tahu.. Di dalam tas kecilku, aku selalu membawa dua benda itu, salbutamol inhalasi dan budesonide dry powder inhalasi. Yang satu beta-agonis, yang lain kortikosteroid. Mereka sungguh bersinergi, PETE. Maka mulai malam ini aku akan memadu mereka untuk menjaga saluran napasku.
Malam pertama, aku tidur pulas.. Sepertinya mereka sukses, PETE. Aku sungguh lega..
Malam kedua, kembali terlelap nyenyak.. Apa kubilang PETE, mereka memang dua sejoli, dwi tunggal, mimi lan mintuno!

Malam ketiga, tidurku nyaris tak terusik... Ahh, alhamdulillah... Paginya aku bangun dengan segar, muka sumringah, merasakan kualitas tidur yang setara seperti di rumah.
Seperti biasa aku kemudian mengambil air bening karena haus. Apa yang selanjutnya terjadi sebenarnya sudah kuprediksi, tapi tak dinyana akan secepat ini kurasakan. Saat menenggak air, kerongkonganku terasa tercekat. Terasa nyeri saat menelan.. Wah wah wah, jangan-jangan ini akibat efek samping steroid...
Maka serta merta aku berdayakan keterampilan fisik diagnostikku. Ketemu! Kelenjar getah bening submandibulaku membengkak! Ini tanda infeksi, PETE. Sepertinya kuman-kuman di kerongkonganku berpesta-pora saat ini. Kuman-kuman itu girang karena aku terus-terusan menghisap kortikosteroid. Budesonide itu melemahkan sistem pertahanan lokal di kerongkonganku. Agaknya cincin Waldeyer-ku melemah, maka drainasenya lari ke bawah. Kelenjar getah bening submandibulaku kena getah! Bagaimana ini, PETE!

Ahh, hari-hari selanjutnya aku harus memutar otak, mencari akal untuk menurunkan frekuensi pemakaian budesonide.. Tapi tetap memaksimalkan potensinya. Beberapa kali aku harus berjingkat masuk ke ruang obat Puskesmas sehabis piket di poliklinik. Membuat resep untuk diri sendiri. Lendirku menguning, PETE.. Ini pasti ulah bakteri. Maka aku bom mereka dengan ciprofloxacin!Dan untuk sesak napasku, aku harus beberapa kali pula meresepkan aminofilin untuk diri sendiri. Terus begitu setiap minggu di Binangun.

Kenapa jadi rumit begini... PETE, andai kau di sini, tentu semua tak harus terjadi bukan.

PETE, aku tahu kita tak pernah bicara. Mungkin suatu hari nanti saat amalanku dihisab, barulah kau angkat suara. Entah membelaku, atau menjatuhkanku. Yang jelas, sekarang aku menyadari, betapa berartinya kau bagiku. Tak hanya untuk menyerap derai tangisku dan menelan mentah-mentah liurku.. Kau bahkan selama ini menjaga saluran napasku karena sistem pertahanan tubuhku telah bersahabat denganmu.

Gambar diambil dari sini


*Polyethylene terephthalate
** tulisan ini dibuat beberapa tahun yang lalu saat mengikuti kuliah kerja kesehatan masyarakat di Cilacap. Buseeng dah gw nerd abis emang yak!! Wakakaka..

My Top 3 Youtube Make Up Gurus

** artikel ini juga dipublish di blog kolektif saya yang satu lagi (dazzlingdoctors.blogspot.com)

Aku jadi super peduli make-up sejak melahirkan 1 tahun yang lalu. Karena ya menurutku, kalau bodi sudah mentok nggak bisa diapa-apain lagi, ya maka satu-satunya cara adalah dengan memoles muka. Huehehehe… Jadi sejak saat itu mulailah melihat-lihat forum make-up Female Daily sebagai silent reader saja. Dibarengi dengan browse-browse youtube. Setelah beberapa bulan berkelana di dunia maya, berikut kusimpulkan 3 orang berbakat alias make-up guru yang selalu kuikuti.

1. Julia a.k.a. Misschievous (www.misschievous.tv)

Si mbak Ijul ini sudah kuikuti sejak jaman belum kawiin, sudah hampir 3 tahun yang lalu. Dia orang Canada yang tinggal di Switzerland . Sejak di youtube belum marak make-up tutorial, si mbak Julia ini sudah bermanuver-manuver aneh-aneh. Dia bisa bikin make-up natural, make-up arab, make-up Halloween, bahkan make-up yang terinspirasi selebriti terkenal. Menurutku secara teknik dia paling jago yaa. Trus yang lebih menginspirasi adalah, dalam beberapa bulan terakhir ini dia bikin vlog tentang weightloss!! Dan dia sukses booo, sekarang mb Ijul singset dan ramping. Wohoo, hail Julia!! Berikut salah satu make-up tutorial kesukaanku punya mbak Ijul.





2. Jennifer a.k.a. frmheadtotoe (www.frmheadtotoe.com)

Mbak Jennifer ini adalah make-up guru yang paling realistis buatku. Sukaaa deh, karena dia banyak bikin tutorial pake drug store product yang banyak beredar di Indonesia . Sejak nonton dia, aku jadi tergoda beli berbagai produk NYX dan Revlon! Oiya, karena si Mbak Jen ini kan orang Korea yang tinggal di US , jadi dia banyak review produk-produk Korea juga. Tutorialnya jelas dan nggak neko-neko (kecuali untuk Halloween-nya ya). Trus dia juga bikin tutorial untuk monolid look (kelopak mata yang ga ada lipetannya), which is soo suitable for Asians! Okee, berikut tutorialnya Mbak Jen yang kusuka…





3. Michelle Phan (www.michellephan.com)


Kalo mbak Michelle ini taunya karena sering dibicarakan orang sebagai the most subscribed channel dan karena si Jennifer juga temenan sama dia. Bener aja sih subscriber-nya aja 2 juta orang aja—and counting—bo! Aku suka sama di akarena muka dan warna kulitnya asian, jadi cocok juga lah sama kita-kita. Make-up nya gampang buat diikutin dan banyak neutral look nya dan kalau diperhatikan, she has grown so much dari tahun ke tahun. Yang gak kusuka adalah sejak 2010 dia di endorse sama Lancome, sekarang—hampir di semua videonya dia pake Lancome. *eecapedeee, mana kuat ni kantoong* Berikut salah satu video Mbak Michelle yang aku sukaa..



Demikian ulasan tentang make-up guru favoritkuuu. I’m a die hard fan for them! Salute!! Kalau mereka ngadain meet and greet di Indonesia, mau deh ketemu *jyaah,mimpinya kejauhaaann* Go on and keep up the good work girls! If ya’ll haven’t check their videos then check em’ up!

Last but not least, aku pengeen banget ada make-up guru Indonesia yang mendunia di Youtube. Udah ada sih beberapa, tapi kurang terdengar gaungnya. Ayo, support channel make-up guru Indonesia ! Aku ngikik-ngikik sendiri pas ngeliat video make-up under 20$ challenge di tempatnya Jen dan Michelle. Kalo dirubah jadi currency Indonesia pasti bisa dapet banyaaakkk. Ayoo siapa mau coba???


Sincerely, 
Wida

Petualangan BB Cream

**artikel ini juga dipublish di blog kolektif saya yang satu lagi (dazzlingdoctors.blogspot.com)

Ok, siapa yang sudah tahu ada produk kosmetik yang namanya BB cream? BB cream, atau blemish balm cream, atau blemless balm cream (beda-beda tergantung copyright) menurutku adalah fusion antara produk kosmetik dan skincare. Pertama kali diformulasikan di Jerman untuk melindungi sekaligus menutupi bekas tindakan laser di kulit (kata mbah Wiki). Sampai akhirnya produk tersebut di bawa ke Asia dan menjadi hits sampai sekarang.

Aku sendiri sudah menjadi pengguna BB cream sejak 6 bulan yang lalu. Pertama kali beli BB cream-nya Caring yang Luminizing. So far sih enak ya, sudah ada SPF jadi tinggal templok-templok. Tetapi sejak kenal online shopping, muali deh tu jadi banci sampel. Baiklah kita mulai review kita pada hari ini.

1. Caring Colors BB cream Luminizing





Pros: warnanya cocok banget di mukaku, sudah ada SPF 25. Ada glitternya gitu, poin plus buat yang banci shimmer atau sparkle. Mengandung anti aging formula yang terdiri dari Saccharomyces/Xylinum Black Tea Ferment (duhh, whatever that is..) dan Vitamin E. Oiya, si reflecting partikelnya ini bikin mukaku di foto tampak lebih bercahaya. Coverage light tapi bisa di build up sampai medium.
Cons: Dibandingkan BB cream lainnya, teksturnya pasty, trus kaya agak grainy gitu.. Kaya ada produknya yang gak larut. Jadi agak susah diratainnya. 


2. Skin Food Mushroom dan Skin Food Aloe




Beli dua sampel ini karena kata Sarah dan Amel enak banget dipakenya. Kita bahas satu-satu ya

Skin Food Mushroom
Pros: SPF 20, mengandung ekstrak jamur, aloe, adenosine dan arbutin. Propertiesnya lebih buat anti aging juga, mengurangi kerut halus dan menjadikan kulit lebih cerah. Tapi karena makenya cuma beberapa hari jadi yaa, gak ngepek yak. Tapi yang top itu staying powernya dan oil controlnya! Mantap! Teksturnya creamy enak di blend. Coverage light to medium.
Cons: Bikin mukaku break out :(( *sobsobsob*

Skin Food Aloe
Pros: SPF 20, mengandung ekstrak aloe lah yaa.. Efeknya extra hydration, bagus banget untuk kulit kering. Yang paling terasa tu, habis pake ini trus make up nya dihapus, efek hydratingnya masih ada. Jadi berasa kulit kenyal gitu deh. FYI, kulitku tergolong normal sih. Coveragenya light ya kalo kubilang.
Cons: Kayanya gak kepikiran deh di aku. Tapiiii, kalo buat muka oily mungkin gak cocok yaa, oil controling propertiesnya gak ada.

3. Skin 79 Hotpink dan Skin 79 Gold Label




Skin 79 Hotpink
Pros: ini BB cream korea yang paling match shade-nya di aku. SPF 25, mengandung arbutin untuk mencerahkan warna kulit. Teksturnya creamy, blendingnya gampaang.. Oil control mantap! Coverage light to medium. Overall, ini BB cream yang paling banyak plusnya.
Cons: lagi-lagi bikin mukaku break out *nangiss*

Skin 79 Gold Label
Pros: SPF 25, mengandung adenosine dan arbutin untuk mencerahkan dan menyamarkan kerut halus. Yang keren lagi ada ekstrak Caviar dan Gold bo! kesan pertama, tekstur creamy gampang diratakan. Setelah oxidize, kaya gak berasa pake apa-apa. In a bad way ya, karena jadi gak berasa dandan menurutku.
Cons: Coverage-nya light banget, oil control-nya gak bagus. Di aku sih gak masalah, tapi aku gak menyarankan produk ini untuk temen-temen yang mukanya oily yaa.

4. BRTC Jasmine Water, BRTC Aqua Rush, dan BRTC Vitalizer




BRTC Jasmine Water
Pros: SPF 30, mengandung ekstrak melati, diklaim dapat sebagai whitening, wrinkle repair dan water replenisment. Wangi melati bu-ibu.. Berasa Nyi Roro Kidul makenya, hahaha.. Coverage medium dan sangat baik untuk menutupi imperfection (ternyata semua BRTC kaya begini). Teksturnya agak berat jadinya, tapi gampang diratakan kok. Oil control baguuuss.
Cons: shadenya terlalu terang, gak cocok untuk kulit orang Indonesia. Jadi makenya harus tipis-tipis kalo gak mau pek tay. Dan ternyata sodara-sodara.. di mukaku break out, paling parah di antara semua bb cream lain *huwaaaa, garuk-garuk aspal!*

BRTC Aqua Rush
Pros: SPF 28, mengandung 7 flower extract dan terbuat dari air laut yang dalam (*baca: deep ocean water, nyaingiin Sterimar aja ni produk, hahaha). Diklaim cocok untuk kulit kering karena hydrating effectnya bagus. Tapi emang iyaaa, kulit berasa gak kering. Coverage juga baik (medium sama kaya BRTC lain)
Cons: sama, shade terlalu terang dan di mukaku break out:(

BRTC Vitalizer
Pros: SPF 37, mengandung 10% persen vitamin (vitamin A, B3, B5, C dan E) untuk mencerahkan kulit. Gak kering di wajah, hydrating properties-nya bagus. Coverage-nya juga bagus, oil control juga oke karena dia emang oil free. 
Cons: lagi-lagi shade terlalu terang dan di mukaku break out:( Etapi yang ini paling least membuat break out di kulitku,

BRTC Gold Caviar
maaf beribu maaf, yang ini gak sempet difoto. Tapi berikut review saya.
Pros: SPF 20, mengandung ekstrak caviar dan gold untuk menutrisi kulit. Coveragenya ini juga bagus (medium), oil control oke. Tapi gak begitu berkesan sih di aku, mirip Gold Label tapi coveragenya lebih oke.
Cons: *copy paste* shade terlalu terang dan di mukaku break out:( plus tambahan lagi, produk ini  baunya kaya ikan, seriously!

Sekian review yang bisa saya berikan, berikut swatch yang ditunggu-tunggu..




Jadi setelah jadi banci sampel segitu banyak menurutku yang bakal aku repurchase atau beli full sizenya adalah si BB Cream Caring (cinta Indonesia) dan Skin Food Aloe.


Sincerely,
Wida

Pilot

Helloo first post evveeerrr!

Hmm, mau ngomong apa ya? Sebenarnya blog ini dibuat oleh dua orang, makanya dinamakan The Mad Sisters. Si Kakak Wida, which is aku, dan si Adek Yaya, which is adekku. *oyy, dek! nulis woy!!* Kita terpisah jarak 3 tahun. Aku sendiri sudah berkeluarga dengan anak 1, sekarang kerja di salah satu RS swasta di Tangerang. Sedangkan adekku masih pendidikan klinik di salah satu universitas negri di Jakarta.
Kita berdua tumbuh mostly di Pekanbaru dan Jakarta, padahal root keluarga aslinya dari Jogja. So we will be talking about those 3 cities very often.

Kenapa bikin blog? Intinya sih karena pengen eksis seperti blogger-blogger lain *wink*, kita ingin mengasah keterampilan menulis kita. Dulu aku sendiri waktu SMP pernah punya diary, yang sebenernya itu tugas dari guru Bhs Indonesia. Jadi lucu gitu, tiap minggu kita diharuskan mengumpulkan tugas diary ke Pak Gaya (nama beliau, which in turn ternyata dia iparnya temen dokter di kantorku sekarang) untuk dinilai. Misi dia sih melatih kita supaya lebih terbiasa menulis. Long story short, sekarang kok kayanya pengen nulis lagi ya... Apalagi dengan maraknya beauty blog Indonesia di dunia maya sekarang, kok kayanya asik ya.. Pengen ahh! *padahalamatiranjugamakeupnya*

So, nantinya hopefully kalo nggak lagi writers block kita akan berusaha untuk mengisi blog ini dengan suka cita.

Beberapa istilah yang akan kita gunakan:
Wida: saya
Yaya: adik
Ibu/Eyang Putri: ibu kandung kita
Bapak/Eyang Kakung: ayah kandung kita
Mamah/Nini: mertua Wida, mamanya Ari
Bapa/Aki: mertua Wida, bapanya Ari
Ari/Ay/Abah: suami Wida, bapaknya Kinan
Kinanti: anaknya Wida
siapa lagi yaa?? Nanti deh dilengkapin lagi..

Numpang eksis dulu pake poto pas masih perawan tingting, huahahahaha..

Kita berdua yang di bawah, yaya kiri, wida kanan